Thursday, January 8, 2009

Goodbye 2008...welcome 2009

Hmmm..udah lama ga nulis lagi di blog neh, hehehe, kangen juga..so sekarang lg pengen mengenang aja semua kejadian indah dan yang punya hikmah tersendiri di tahun 2008 yang lalu...

Di awal tahun 2008, perjuanganku sebagai seorang ibu dimulai, karena komitmen memberikan yang terbaik untuk Devan, aku bertekad memberikan ASI walaupun aku bekerja, so awal tahun lalau bertepatan dengan masa cuti melahirkan selesai, tune in kembali dengan pekerjaan kantor dan punya rutinitas baru yaitu memompa ASI, aku jarang perah pakai tangan, lebih cepat pakai pompa, so apapun caranya, yg penting aku bs memberikan ASI untuk Devan, hehe...

Dari rutinitas baru itu, ada kenangan yg tak terlupakan yaitu ketika di usia Devan 4 bulan, aku harus dinas ke Batam selama 5 hari, sedih bgt harus ninggalin baby ku dan terutama khawatir takut persediaan ASIP tidak cukup, tp Alhamdulillah semau berjalan lancar, ASIP di rumah cukup, bahkan ketika pulang dr Batam, aku jg membawa ASIP yg lumayan banyak, hehe, sampe repot ngatur tempat penyimpanan nya karena takut cair sblm aku sampai di rumah, tp seru banget dan aku menikmati semua prosesnya. Dan ketika usia Devan 7 bulan, aku pergi liburan bersama teman2 ktrku ke Batam dan SG, heheh, rutinitas pompa jalan terusss, bersyukur ada teman sperjuangan (Mba Q...inget gak...hihi), dan Alhamdulillah semau berjalan lancar jg walaupun ASIP milik Mba Q sempet ada yg pecah plastiknya, hiksss, tp tetep semangat...aku bersyukur dikasih suami yg pengertian, ga masalah aku berangkat liburan tanpa dia dan Devan, hehe, yg penting tanggung jawab sbg Ibu jalan terus...

Tiba usia 6 bulan, Devan lulus ASIX, dan ini tantangan baru lg sbg Ibu krn Devan sudah mulai makan, dan aku akui proses yg ini lebih menantang ketimbang memberi ASIX, hehe, krn aku harus update menu makanan Devan setiap minggu dan yg paling sedih karena aku tdk bs menikmati setiap hari selama Devan makan, karena pengasuhnya yg melakukan itu, tp moment2 indah dan berharga dr Devan untungnya selalu tak pernah terlewatkan, MPASI pertama, saat pindah step mkn dr bubur susu ke tim halus, kemudian step naik ke tim kasar, nasi lembek, dan akhirnya usia 10 bulan Devan sdh mkn nasi dengan menu lauk pauk keluarga (tentunya tanpa garam dan penambah rasa), jd ikutan sehat juga ayah bundanya kan...

Satu kejadian sedih adalah ketika nenek tercintaku meninggal dunia karena sakit dan serangan stroke yg sudah 2x menyerangnya, tetapi aku ikhlas karena Allah tahu yg terbaik untuk umatNya dan saat nenek sudah tiba, semoga Beliau tenang disisiNya, amin...

Satu lagi kejadian sedih menimpa, ketika Devan berusia 9 bulan, dia menolak menyusu langsung, wah aku panik luar biasa, karena plan ku menyusuinya sampai 2 tahun terancam gagal, segala cara aku tempuh untuk kembli menyusuinya, sedih rasanya ditolak sperti itu, aku sampai bawa devan ke klinik laktasi di Carolus, dan sementara dia tidak mau menyusu langsung, aku tetap memompa agar Devan cm mendapatkan ASI, ditengah2 berjalannya proses itu, aku mulai pesimis dan sedih, mgkn krn itu produksi ASI ku menurun drastis, dan krn pekerjaan yg loadnya sedang banyak, waktu mompa pun jd berantakan, akhirnya di usia Devan 11 bulan, aku memberikan ASI campur sufor untuknya, sedih, kecewa, merasa gagal, menyalahkan diri sendiri krn gak disiplin pakai sendok untuk ngasih ASIP nya campur aduk jadi satu, dan ASI ku bener2 menurun drastis, smp2 aku sendiri heran knp aku tdk bs melakukan yg dilakukan seperti Moms yg lain, tetap memerah walopun anaknya tdk menyusu langsung, tapi ya itu kenyataan yg aku hadapi, aku belajar dr itu, dan aku bertekad untuk memberikan mknan yg penuh nutrisi untuk Devan, krn memang aku tdk pernah sekalipun memberikan mknan instan untuknya selain biskuit. Tiba di usia Devan 1 tahun, aku ganti dengan UHT full, Alhamdulillah Devn mau, so say goodbye to sufor, dan yg menenangkanku krn adanya pernyataan susu bukanlah makanan utama untuk anak diatas 1 tahun, itu memberikan aku semangat bahwa Devan harus makan yg baik, Alhamdulillah sampai hari ini tidak ada masalah, BB Devan tetap stabil, kepandaian dan keterampilannya pun bertambah terus seiring usianya, Alhamdulillah...

Prestasiku di karier tidak sebaik tahun2 sebelumnya, bisa dibilang aku stuck di posisiku sekarang, hampir saja kesempatan promosi kudapatkan, tetapi krn keadaan perusahaan yg tdk mengizinkan, aku stay di posisi yg sekarang, tetapi tidak apa, aku tetap bersyukur krn aku msh punya pekerjaan di zaman krisis global di akhir tahun lalu yg melanda. Satu award yang aku dapatkan adalah menjadi Inspirational Female 2008 untuk tingkat South East Asia Procurement, terharu juga krn gak pernah menyangka, bos2ku disana itu memperhatikan sampai segitu detailnya...hihihi....

Satu benda yg kusayangi harus aku lepaskan di thn 2008, padahal itu hasil kerjaku selama 3 tahun, hehe, tp nggak apa, karena wujudnya berganti rumah yang memang sudah menjadi impian aku dan suami semenjak kami menikah di th 2006, aku senang aku bs ambil bagian di pembelian rumah kami, dan saat ini kami sedang semangat2nya mengatur semua yg berhubungan dengan rumah baru, hehehe...

Semoga apa yg sudah kami lalui di tahun 2008 menjadi landasan semangat di thn 2009 ini, kalo ditanya resolusiku apa di tahun ini, jujur aja, aku gak tau...., Let it Flow...yup itu yg aku ingin jalankan saat ini, tetapi tentunya dengan doa, usaha, dan motivasi yg harus lebih baik drpd tahun kemarin, kl mau ditanya dan dijelaskan satu2 mimpiku masih banyak, tp aku nggak ingin menjadikannya resolusi, aku pakai saja sebagai cita2 yg harusnya bs aku wujudkan secara perlahan tapi pasti, Insya Allah...aminnn...

Wednesday, December 17, 2008

ART baru....

Hihi, sbnrnya baru nulis ttg ART ya sekali ini aja, karena kebeneran lg pengen numpahin uneg2 aja..tentang ART

Yup, teteh susi yg selama ini mengasuh Devan sejak 15 bulan lalu, tepat sama dengan usia Devan saat ini, resign, karena disuruh pulang oleh ibunya tidak boleh kerja lagi...duh sedih banget, ya susi nya ya aku nya, krn aku dah cocok bgt sm dia, dan susi jg dah sayang sm Devan, begitu jg Devan nya dah klop bgt sm Susi....tp ya mo dibilang apa lagi, bener kata temen yg bilang ketika aku ceritain ttg ini "there is the time when you have to loose that kind of someone..." hiksss.....skr ini waktunyaaaa....

Udah dapet gantinya, namanya Eva, hihi keren aja ya namanya, pengalaman kerja siy belum lama, masih hitungan bulan, tp kl diliat kesan pertama, tampaknya lumayan, td pagi sdh bisa ajak Devan main, trs Devan nya jg langsung mau, anaknya lucu siy keliatannya sm anak kecil, bs ngajak main gitu dan caring...semoga aja yg ini bs bertahan lama dan sesuai ekspektasi Bundanya, yg minimal sama dengan Susi atau kl lebih, lebih baik bangetttt...

Tapi kasian liat susi ketika aku ngasih tau kl dah dapet nanny pengganti buat Devan, wajahnya keliatan sedih gt, dan dia sempet tanya, kl dia gak betah jagain warung yg disuruh ibunya, gimana katanya....

Tanpa pikir panjang, aku lgs bilang, sms saya, balik aja lagi kesini, gpp saya pikir Devan jg butuh satu yg extra buat jagain dia selama saya kerja, dan Eva bisa ngerjain pekerjaan rumah tangga...Susi keliatan seneng pas saya bilang gitu....syukurlahhh...maunya siy tetap dengan susi tapi ya mo diapain lagi...semoga semua berjalan lancar deh...amiinnn....

friendship never die...

Yeap...itulah quote yg pernah diagung2kan seorang sahabat ketika sedang ngobrol betapa indahnya pertemanan yang kami miliki saat ini menurut dia... walaupun ketika dia menyebutkannya, hati ini berontak tak menentu...karena nyata2 mgkn hanya dia yang menganggap seperti itu, krn mgkn berteman denganku menguntungkannya, sementara aku sebaliknya...pffff

Bukankah persahabatan itu sangat mengagungkan kebahagiaan sahabatnya....

Bukankah persahabatan itu harus saling menghormati...

Bukankah persahabatan itu adalah moment indah dimana setiap mengenangnya, kita selalu ingin terus memiliki moment itu...

Yup, itu adalah pemikiran2 sederhanaku ttg persahabatan, karena sejak aku kecil dan mengenal yg namanya berteman sekaligus bersahabat, aku memiliki sahabat2 setia yang tidak ada duanya, dan bahkan aku memiliki persahabatan yg sangat indah dengan seseorang yg kini sudah meninggalkan dunia fana ini, dan semua tentangnya hanya hal2 indah dan bahagia yang dia tinggalkan untukku, pernah dengan bodohnya bertanya, mengapa orang sebaik dirinya begitu cepat dipanggil oleh Nya....

Moment persahabatan dengannya tidak pernah luntur hingga kini, dan aku merasa sangat2 kehilangan dirinya, bahkan ketika ada di pusaranya pun, aku tetap melakukan rutinitas yang sama....menangis..... walopun dia sudah pergi lebih dari 3 tahun, tetapi persahabatan dengannya abadi...

Pernah dengar juga quote dr seorang teman yg menyebutkan, "kalo mantan istri/suami kan ada ya, tapi kan mantan teman nggak ada yaa...", saat itu sangat setuju dengan salah satu temanku ini...

Tetapi dengan beberapa hal kejadian yang akhirnya tidak dapat kutolerir lagi, yang aku alami dengan salah satu sahabatku ini, akhirnya dengan sangat menyesal, aku harus mengakhiri persahabatan ini, karena aku sudah tidak bs menerima semua hal2 yang dia lakukan padaku tanpa mempertimbangkan perasaanku...

Mungkin terkesan tidak fair karena aku tidak menyampaikan kepada sahabatku ini, tetapi aku langsung menutup hubungan ini sepihak, bukan karena apa2 tapi jujur saja, aku malas berbicara lagi dengan orang ini, pk kata2 halus yg maknanya tersirat sudah, sampai pakai kata2 yg tedeng aling2 yg menurutku harusnya dia mengerti bahwa aku kecewa dan tidak mau diperlakukan seenaknya, tetapi tetap nggak kena...bebal sepertinya...

So, aku minta maaf apabila sejak hari senin lalu, aku sudah menghilang dan tidak ingin diganggu lagi, semoga kamu yang disana baik2, dan ingatlah selalu apa yang kamu miliki saat ini adalah cermin perbuatan kamu selama hidup, maaf tidak bermaksud mengajari...syukur2 kamu bs koreksi diri...