Rumah kepik ( www.rumah-kepik.com ) ini baru berdiri tahun 2008, newbie juga di bidang pendidikan, dan memang bangunannya juga terlihat masih baru. Jarak dari rumah ke sekolah gak terlalu jauh, dapat dicapai dengan angkot dan motor juga, sekitar 3km dari rumah. Ketika Bunda sampai disana, kelas Toddler baru saja selesai, jadi Bunda gak sempat lihat isi kelasnya dan bagaimana aktivitasnya, terlambat datangnya...
Sampai disana, segera saja tanya2 semua informasi yang ingin Bunda dapatkan, karena kebetulan hanya cuti setengah hari untuk visit sekolah ini, jadi waktu yang ada harus dimanfaatkan sebaik2nya.
Mulai dari ruangan terluar sudah Bunda perhatikan, di halaman sekolah yang berumput tidak tampak banyak jenis mainan, terkesan seadanya sekali
Untuk kelas PG, jumlah siswa 12 orang dengan 2 orang guru, langsung diajak keliling ke ruangan kelas sambil dijelaskan metode pengajaran dan aktivitas anak2 kelas PG.
Untuk metode pengajaran siy so far sama saja dengan 3 sekolah yang sebelumnya Bunda kunjungi. Metode sentra dengan permainan yang fun dan santai untuk memberikan stimulasi anak terhadap sesuatu hal.
Fasilitas di dalam kelas yang Bunda suka disini, toiletnya terletak didalam kelas, dan dirancang sedemikian menarik untuk anak2 dengan dekorasi warna yang terang dan cerah, dilengkapi 4 buah kloset dan 2 buah wastafel (agak curiga juga kenapa tidak dipisahkan antara anak lelaki dan perempuan, hihih. Terus ada lemari rak yang isinya perlengkapan menggosok gigi, dan di rak tersebut tertata banyak gelas dengan nama anak masing lengkap dengan sikat dan pasta gigi nya, lucuuuu...
Perlengkapan belajar standar seperti sekolah TK siy, bangku dan meja warna warni, serta rak2 yang berisikan permainan dan juga dinding yang penuh dengan tempelan hasil kreativitas anak.
Untuk biaya masuk, PG dipatok di harga Rp. 3,250,000 (tahun ajaran 2010/2011), dengan uang spp Rp. 360,000. Dan memang ada uang pangkal yang berbentuk paket sampai TK B dengan diskon yang lumayan. Uang pangkal tersebut sudah termasuk seragam dan field trip 2x setahun. Jemputan juga tersedia yang tarifnya disesuaikan dengan jarak tempuh dari rumah ke sekolah.
Overall, sekolahnya cukup menarik, tetapi (again) fasilitas masih kurang dinilai Bunda, tetapi uang masuk dan uang bulanan affordable, dan masih kurang sreg karena mungkin ini sekolah nasional, jadi aplikasi sehari2 untuk mengucapkan salam (Assalamualaikum) tidak ada, dan juga aplikasi membaca doa sebelum melakukan sesuatu juga tidak dilakukan.
Nah, ada input dari si ayah untuk memasukkan Devan kesini hanya untuk PG saja, kemudian lanjut ke Al azhar untuk TK nya, dengan pertimbangan agar Devan tidak bosan dengan sekolahnya
Gimana ya menurut mommies, apakah faktor bosan harus dipertimbangkan juga disini, karena Bunda pikir kalo sekolahnya seru dengan tema pembelajaran dan fasilitas yang menunjang, ditambah apabila nanti TK nya juga ganti ruangan kok dan juga ganti guru, seharusnya rasa bosan pada anak bisa diminimalisir? Mohon masukkan dan sarannya yaaa...