Itu kata orang-orang yang katanya pengen jadi cantik, hihih. Cantik menurut kebanyakan orang identik dengan wajah putih, mulus dan bersih. Tetapi makin kesini, seiring dengan perkembangan zaman, menurutku, cantik adalah kalo perempuan itu otaknya juga "berisi", heheh, maksudnya kan gak asik donk kalo cuma sekedar cantik, tapi diajak ngobrol ga nyambung, ga bisa mengemukakan pendapatnya, ketika diajak bicara soal apapun, tidak terbatas. So, saya lebih memilih yang berotak saja, dalam artian saya banyak belajar, mencoba mengembangkan minat baca, gak gaptek, dan harus bisa jawab kalo ditanya apapun
Terkesan maksa, mungkin iya, tapi menurut saya tidak juga, karena dalam kondisi aktualnya, apa yang kita pelajari pastinya akan bermanfaat buat kita. Nah, setelah sekian lama menganut paham cantik kalo kita berotak saja, saya sampai lupa, tampilan fisik pun harus dirawat, karena nih ternyata lagi, orang pun lebih suka berbicara atau mengobrol dengan orang yang selain pandai, juga secara tampilan fisik menarik 
Saya tidak bilang menarik disini harus cantik ya, tapi pastinya terlihat bersih dan enak dilihat. Nah di bagian enak dilihat disini, saya punya masalah yang akhir-akhir ini mengganggu saya, yaitu kondisi kulit wajah saya yang kusam dan kering.Justru dengan memiliki kulit kering inilah, saya bisa dibilang hampir tidak pernah berjerawat, walaupun dalam menghadapi masa-masa haid. Oleh sebab itulah saya tidak terlalu mempedulikan kondisi kulit wajah saya, bahkan untuk rajin facial kesalonpun...
Terus terang facial adalah musuh utama saya bila berurusan dengan kulit wajah, karena saya benar2 tidak mau menganut faham "beauty is pain" untuk wajah saya. Yak, karena saya paling tidak tahan sakit, segala yang berhubungan dengan rasa sakit secara fisik, sebisa mungkin saya hindari, hehehe.
Tapi ternyata kemalasan ini membawa dampak yang tidak mengasyikkan buat kulit wajah saya. Sehari-hari memang saya hanya mengoleskan make up tipis selama berada di kantor, pelembab, bedak padat, kemudian eye shadow dan lipstick yang simple saja dan juga netral warnanya. Dan mungkin akibat make up ini, yang walaupun tipis, tetapi sifatnya hampir rutin, selama 5 hari dalam seminggu (kalo libur, saya hanya make up bila mau bepergian, dengan komposisi yang sama pula), ditambah terus menerus berada di ruangan ber AC, bisa dibilang seharian, karena mulai berangkat sampai pulang, AC tidak pernah lepas, ditambah tidurpun pakai AC, kulit wajah saya jenuh dan akibatnya menjadi sangat kering, pori2 terlihat jelas, bahkan hampir keliatan bersisik, hiyyyy
Saya sampai pernah malas ngaca, karena saya sebal lihat kulit wajah saya, sampai akhirnya saya merasa ini tidak bisa dibiarkan, karena kulit kering akan mudah keriput (dan memang garis senyum di mata saya sudah keriput, hikss), apalagi usia saya sudah memasuki kepala 3, yang artinya perawatan kulit pun harus lebih di perhatikan...ceileee 
Akhirnya, saya mulai cari info dari teman-teman dekat saya, baik di kantor ataupun diluar kantor, mereka yang rajin melakukan perawatan wajahnya di suatu klinik perawatan wajah, dimana sampai 3 hari yang lalu, saya belum pernah melakukannya.
Bukan apa-apa, selain mahal menurut saya, amat sangat sadar kalo saya bukan termasuk orang yang rajin dan telaten untuk melakukan hal itu, hihih, udah bisa maskeran di rumah sebulan sekali aja udah untung, itupun kalo ingat. Gimana yang rutin dan harus telaten konsul dokter segala, saya pikir...
Tetapi saya berniat dan berkomitmen, karena merawat kulit juga termasuk kesehatan yang harus dijaga. Sambil memulai program minum air putih min 2 L sehari, ditambah slalu inget untuk makan sayur dan buah didalam menu makan saya setiap hari, saya pun mulai mencari informasi tentang klinik perawatan, terutama kandungan yang terdapat dalam obat2 perawatan kulit tersebut.
Sampai akhirnya saya memilih satu klinik perawatan wajah yang salah satu lokasi cabangnya ada di dekat kantor saya, sehingga konsul dokter dapat dilakukan pada saat jam makan siang, Bismillah saya pergi kesana, dan dengan bawelnya, saya tanyakan semua yang saya ingin tahu kepada dokternya
, saya pikir lebih baik dianggap cerewet daripada rugi diri sendiri, iya kan, udah mahal, terus nerima2 aja dikasih obat apapun, nggak lah yau...mending saya ambil cara alami saja walaupun lama..
Alhamdulillah, jawaban dokter tersebut cukup memuaskan saya, dan untungnya saya dapet dokter yang komunikatif, makanya saya berani melanjutkan deh. Intinya, masalah kulit saya menurut blio masih tergolong ringan, tapi memang harus dirawat, karena kalo dibiarkan bisa saja memberat, hmmm well, saya minta dia memberikan obat yang memang sesuai kebutuhan dan kondisi kulit wajah saya saja 
So, ini hari ketiga saya menjalani perawatan, untung krim2 yang dikasih tidak banyak dan rumit, bahkan sama seperti saya melakukan rutinitas saya, pelembab ditambah sun screen, dan kalo malem pake krim malamnya (nah ini yang harus saya komit untuk tetap rajin, hihi).
Ya, we'll see deh, apakah benar Beauty is Pain akan berlaku dalam tahap ini, karena kalo menurut saya, yang saya lakukan so far tidak sakit, malahan saya jd pede gak pake bedak di kantor, hahaha, walopun awalnya sangat gak pede karena wajah saya terlihat agak mengilap dibanding biasa. Tapi dokter menyarankan untuk tetap aplikasikan eye shadow dan lipstick agar tetap terlihat segar dan gak keliatan kaya belum mandi, hihihihih...
Tujuan saya cuma menormalkan kulit saya kembali, gak sampe kepengen jadi putih atau yang lainnya, I just want my skin back...
So, temen-temen disini, ada yang sudah melakukan perawatan kulit tertentu seperti ini gak ya? Boleh donk di share...
