
Ini perjalanan Devan yang pertama ke luar negeri, dan ke enam kalinya buat Bunda, cari yang deket dulu, karena masih belum tau gimana rempongnya bawa anak toddler ke LN, heheh.
Janjian berangkat sejak Oct, setelah salah satu teman Bunda hunting tiket AA, yang Alhamdulillah dapet fare yang murah banget, 1.3 juta untuk 3 orang, sudah termasuk asuransi n bagasi :)
Berangkatlah kami 22 Feb, bertolak dari terminal intl soetta pkl. 9 pagi. Sudah ada insiden pagi itu, karena satu family (Febi's fam) tertinggal pesawat karena telat sampai di airport, hihihi (peace Feb).
So yang berangkat duluan 2 fam (winda n vita), lumayan seru juga di airport ini, pengalaman banget beli bagasi yang cm pas2an, karena kita pikir kan gak akan bawa banyak barang, karena bunda pun cm bawa 1 koper uk sedang + stroller Devan, so memutuskan beli hanya 15kg, ternyata eh ternyata pas ditimbang, total bagasi mencapai 23kg, wkwkwkw, ya udin, langsung mengeluarkan bbrp baju Devan trs dipindah ke tas si Ayah, karena excess cost nya per kg adalah Rp. 130rb, wihhh lumayan banget kan kelebihannya, ogah rugiii.
Di soetta, kita juga sempat bfast dl di starbuck, sperti biasa my fave bun disitu, tuna puff langsung dipesan, Devan jg makan dan minum susu dulu biar di pesawat nanti tidak rewel.
Mendarat di Changi, pkl. 11.45 SG time, langsung dijemput oleh maxi taxi yang memang sudah dipesan Bunda Vita. Maxi taxi ini, taxi berukuran besar yang cukup untuk 3 family (sekitar 8-10 org) dengan rate sgd 30 (one way).
Maxi taxi membawa kami semua ke hotel yang juga sudah dipesan jauh2 hari, YWCA hotel di fort canning road, 5 menit dari dhoby ghaut MRT station.
Rate hotel ini lumayan murah juga setelah kami hunting di Asiarooms.com, rate untuk deluxe room 2 malem, sgd 238 sudah inc bfast.
Kamarnya lumayan juga, cukuplah untuk 3 orang, ayah, ibu,anak toddler :)
Karena sampai di SG udah siang, dan belum makan siang, kami memutusukan berisitirahat dulu sebelum keluar cari lunch, sambil menunggu Febi yang menyusul dengan pesawat jam berikutnya.
Setelah menunggu bbrp jam, ternyata Febi masih belum ada kabar, dan kita sudah kelaperan, akhirnya si Ayah jalan keluar beli wendys, hehehe.
Makanan di sekitar hotel sebenarnya banyak, cuma masih berasa lelah, jadi kita memutuskan untuk makan di dalam kamar saja. Karena di YWCA tidak ada room service, so si Ayah beli fastfood deh. Kalo sedang perjalanan liburan begini, Bunda memang fleksibel memilih makanan buat Devan, krn memang tidak setiap hari juga makan makanan luar :)
Nah setelah makan, sudah mulai bosan di kamar, so kita memutuskan untuk ke Mustafa center.
Mustafa itu semacam supermarket dengan segala jenis barang yang ada, dan biasanya kalo mau beli oleh2 Singapore, banyak orang indonesia yang datang kesini. Ada berjenis2 coklat, teh, makanan ringan, bahkan suvenir2 yang berbau SG pun tersedia disini.
So, jalan keluar menuju MRT station, ini pertama kalinya Devan naik MRT, kendaraan publik di SG yang sangat famous, karena sangat nyaman dan bs membawa kita kemana saja di SG ini, hehehe.
Sampai di MRT station, kita langsung beli eazylink card, kartu yang bisa diisi ulang ini berguna sebagai alat pembayaran untuk naik MRT dan Bus di SG. Bila belum punya kartunya, kita harus membeli harga awal, termasuk depositnya, seharag sgd 12, dan yang bisa dipakai adalah sebanyak sgd 7, karena sisa sgd 5 adalah sebagai deposit yang tidak bs dipakai.
Menyenangkan banget naik MRT, nemuin suasana nyaman yang sangat2 berbeda dengan Jkt, karena tidak ada macet.
Ditambah kotanya yang bersih, warga yang disiplin, sampai2 terbersit di pikiran suatu saat nanti kami berencana tinggal disini, hehehe, amiinn.