Saturday, April 16, 2011

[Devan] Baju ulang taun dan baju rumah

Bermula dari acara ultah anak tetangga depan rumah yang merayakan ultahnya tadi sore, Devan dipakaikan baju yang memang biasa dipakai untuk pergi.
Acara selesai sesaat sebelum maghrib, dan Devan pun pulang kerumah. Karena mau makan, maka Bunda mintakan si mbak untuk gantikan baju Devan dengan baju sehari2 yang biasa dipakai dirumah.

Selesai makan, dan sudah agak malam, dia lihat di rumah Idris temannya, masih banyak anak2 seusianya bermain balon.
Kemudian Devan minta ijin Bunda untuk bermain kerumah Idris, "Bund, Devan boleh mzin kerumah Idris gak?"
"Boleh, main sana kenLan dengan saudara2nya Idris", jawab Bunda.
Gak berapa lama setekah keluar rumah Devan balik lagi dan bilang "Bund, Devan gak jadi main, karena teman2nya pakai baju ulang taun, Devan kan pakai baju rumah".
Kemudian aku bilang gak apa2 Devan pakai baju rumah, karena Devan kan rumahnya dekat disini, jadi sudah ganti baju, teman2 tidak akan memperhatikan dan tetap mau main sama Devan kok.

Setelah aku bilang begitu, Devan keluar lagi menuju rumah Idris, akupun mengintipnya dari jendela, ingin tau apakah Devan tetap mau main.
Ternyata Devan balik lagi kerumah, dan tetap tidak ingin bergabung dengan teman2nya karena dia merasa tidak pakai baju yang sama dengan mereka.

Kemudian, aku putuskan mengganti bajunya dengan baju pergi, dan tak lama dia pun ngacir main sampai balik lagi kerumah untuk ambil mobil2an, ohlala... :))

Ternyata Devan sudah mengerti kepantasan, dia sudah mengerti membedakan bagaimana harus berpenampilan, hihi. Dia beneran gak pede main pakai baju rumah ditengah teman2nya yang pakai baju ulang taun. Padahal di hari-hari biasa, dia main kerumah Idris atau cuma sekedar ke taman pakai baju sehari-hari :)

Bocah lanangku udah besar...:)

Friday, April 15, 2011

[Bunda] Hasil cek dokter pasca keguguran

Kamis kmrn, jadwal kontrol dsog karena menjelang seminggu sebelum masuk kantor, bunda memang berniat untuk cek lagi untuk memastikan kondisi sudah ok untuk diajak kembali beraktivitas sekaligus minta izin dokter untuk kembali nyetir, secara perjalanan yg ditempuh banyak macetnya, pastinya akan lelah sekali apalagi setelah hamoir 1.5 bulan tidak nyetir.

Dicek dalam, dan dilihat hasilnya, Alhamdulillah semua baik2 baik-baik saja, dan sudah boleh beraktivitas kembali. Tetapi sang dsog menawarkan untuk mencari tahu penyebab keguguran kemarin ini.
Jujur, bunda sendiri sudah merasa lebih baik secara menal, dan menganggap semua yg terjadi kemarin adalah ujian dan memang belum rezeki kami.
Sang dsog menyarankan untuk test ASA, yaitu test untuk melihat seberaoa tinggi antibodi yg bunda miliki, karena bila memang indeksnya tinggi, bisa jadi sperma si ayah dianggap benda asing, sehingga akan slalu diperangi jika ketemu.
Tapi menurut bunda sendiri, tidak ada yg harus dioeriksakan, yaa walopun sudahbterjadi 2x keguguran, tetapi yg pertama dulu itu kan karena blighted ovum, dan itu common terjadi, karena seleksi alam, dan mungkin jg disebabkan krn bunda tidak memprogram dengan makanan sehat sebelumnya.

Tetapi karena sang dsog memang androlog yang terkenal masih menggunakan test ASA tsb dan lanjutannya melakukan PLI therapy, yaitu terapi yg dilakukan dengan cara menyuntikkan darah sang suami yang tekah diproses sebelumnya ke sang istri, dan melihat reaksinya untuk menentukan obat yg harus diminum sang istri untuk menurunkan antibodinya, kelihatan sekali memang beliau selalu memakai cara tsb terhadap pasiennya bila mengalami keguguran yg tanpa sebab.

Hmmm, melihat proses demikian yg rumit, ditambah semua proses itu akan melibatkan jarum suntik, terus terang bunda masih trauma dengan semua urusan jarum suntik, infus, rumah sakit, dan juga bukannya bermaksud lebih pintar dari dokter, tetapi bunda merasa tidak ada masalah dengan antibodi,
karena Devan merupakan hasil nyata, heheh, akhirnya kami memutuskan untuk tidak melakukan proses yang dianjurkan sang dsog.

Kami memutuskan untuk berikhtiar secara alamiah, beristirahat dulu dari semua yang berkaitan dengan rumah sakit, sambil memang menyiapkan fisik kembali untuk hamil lagi.
Bunda dan ayah memang ingin sekali ngasih adik untuk Devan, tetapi setelah semua proses yang dilalui kemarin, sepertinya istirahat selama bbrp bulan adalah pilihan tepat untuk saat ini.
Banyak hikmah yang kami dapatkan melalui kejadian kematin, saatnya kami introspeksi terlebih dahulu, sambikmengurus anugerah yang saat ini dititipkan kepada kami.

Karena untuk kami, dianugerahi titipan anak bukanlah perkara mudah, kami ingin memiliki anak berkualitas yang taat pada Tuhannya, dan itu adakah tugas kami sebagai orang tua untuk memfasilitasi dan mengajarkan semua itu pada anak-anak kami. Seperti kehadiran Devan pertama kalinya ke dunia, saat itu Bunda sangat mensyukurinya, dan dengan perasaan sadar dan penuh rasa syukur slalu memohon kepada Allah untuk bisa jadi ibu yg baik, walaupun dengan semua keterbatasan yang bunda miliki.

Dan hikmah dari semua itu, sejauh 3.5 tahun kehadiran Devan ditengah-tengah kami, Devan adakah anak yang sangat menyenangkan dan tidak pernah menyusahkan, bahkan saat kelahirannya pun, tidak ada rasa bebiblus yang bunda rasakan.

Dan bunda ingin mengulangi hal yang sama untuk adiknya nanti, Insya Allah bila diberikan pada waktunya. Makanya kami memutuskan kehamilan alamiah saja, dan pastinya bukan tanpa usaha, karena kami berniat makan makanan yg sehat, olahraga teratur, menghindari stress, danmemang usaha yang tidak berkaitan dengan dunia kedokteran.

Bunda berniat untuk papsmear lagi bulan depan, dan melanjutkan ke vaksin serviks dahulu, dan sementara ini ya kb saja dulu, karena saat vaksin serviks dilakukan, tidak boleh hamil dulu selama 6 bulan, karena jadwal imunisasi yg dilakukan dengan jarak waktu bulan ke 0, 2, 6.

Dan yang teroenting diatas semuanya, Allah tidak pernah tidur dan akan mengabulkan doa dan ikhtiar umatNya di saat yang tepat menurutNya...

So, tetap semangat menjalani semua yang sudah dimiliki saat ini, dan tetap berencana dan berusaha, insya Allah, amiinn :)