Sunday, July 19, 2009

[Devan's day out] Trial di Putik Jatibening




Setelah ditelpon berkali-kali untuk undangan trial di Putik sejak 2 bulan lalu, akhirnya baru sabtu kmrn, Bunda bs luangkan waktu untuk trial disana.
Memang sebelumnya Bunda sedang cari2 sekolah untuk Devan, sekolah main2 aja, yg penting Devan bs belajar sosialisasi sambil mengasah motorik halus dan kasarnya.

Devan dirujuk untuk trial di kelas Dede (usia 2-3 tahun), dengan jadwal sekolah seminggu 3x (bisa pilih hari sesuai option yang diberikan Putik) dengan waktu bermain mulai jam 08.15 - 10.00, dengan 15 menit apabila ada pelajaran agama.

Sampai di putik jam 8.15, para guru menyambut dengan ceria, devan dikenalkan di depan teman2 yg lain yg juga sudah datang.
Kemudian langsung masuk dengan kegiatan di luar kelas, senam pagi dan permainan memindahkan sedotan dr keranjang 1 ke keranjang lain yang diletakkan di sebrang keranjang pertama. Di sesi ini Devan masih belum mau bergabung dengan teman2nya, dia masih meluk paha Bunda sambil liat teman2nya senam pagi diiringi musik. Kemudian, istirahat dan diberikan minum air putih, dengan cara salah satu guru membawa nampan isi gelas dan mempersilahkan anak2 mengambil langsung dr nampan tersebut. Selesai itu, anak2 dibawa masuk ke kelas untuk permainan dalam kelas, tp belum lama main di dalam kelas, diajak keluar kembali untuk makan bubur kacang ijo. Pada session ini, kelas Dede bergabung dengan kelas Adik (3-4 tahun). Diajarkan cuci tangan pakai sabun dan duduk bersama di meja makan untuk mkn bubur kacang hijau yang telh disediakan oleh Putik. Anak2 juga diajarkan membawa piring dan gelas bekas makan ke tempat berkumpulnya piring dan gelas kotor, di sesi ini devan sdh bisa melakukannya sesuai instruksi, great Boy...

Setelah mkn bubur kacang hijau selesai, masing2 anak masuk sesuai kelas yg mereka ikuti, Devan masuk ke kelas Dede, didalamnya ada 5 orang anak yang sudah merupakan murid Putik. Kelas Dede kali ini dengan tema makan bersama (lagi), karena memang minggu ini Kelas Dede temanya makan dan memasak bersama. Untuk memasak bersama sudah dilakukan di 2 hari sebelumnya, so Devan kebagian yang makan saja, hehehe. Awalnya ketika guru menyuruh murid2 duduk di meja makan, hanya Devan yang tidak mau, hehehe, dia sibuk main mainan yg ada didalam kelas...tp sesaat setelah makanan siap diatas meja makan, dan guru memanggil Devan, dia langsung duduk di meja makan, karena liat makanan, sambil bilang "Mauuu" dengan tangan menunjuk makanan, hahahahha, Devanku paling ga bs lewat kl soal makanan....

Devan belajar makan sendiri, yg memang kl dirumah jg sudah diajarkan bagaimana makan sendiri, dengan nasi dan lauk pauk belepotan setelahnya tentunya, tp nggak apa, karena itu proses belajar ya Nak...

Selesai acara makan, maka selesailah kelas Dede tepat pukul 10.00. Setelah itu Bunda dipanggil untuk review trial yang sudah dilakukan tadi.

Kesimpulannya, Bunda masih mempertimbangkan apakah Devan akan ekolah di Putik atau tidak, dengan pertimbangan sbb:

1. Sekolah seminggu 3x, dimana menurut Bunda itu masih belum perlu buat devan, karena nampak sebagai rutinitas, belum sesuai dengan usianya menurut Bunda.

2. Gurunya kencang sekali ketika bicara didepan anak2, sehingga tembus suara di kelas sebelah, nggak nyaman saja

3. Perpindahan kegiatan dari sesi ke sesi berikutnya terlalu cepat mnrt Bunda, terkesan tidak fokus, sebaiknya mungkin diajarkan pelan2 dahulu, karena ketika perpindahan kegiatan itupun, anak2 terlihat terburu2

4. Ada sesi yang berlangsung di dalam kelas yaitu berbagi bekal, naahhh ketika Bunda lihat bekal makanan anak2 tersebut, rata2 isinya makanan ringan kemasan, sebangsa chiki2an, terus biskuit2 salut keju itu (tdk menyebutkan merk, takut kena UU ITE, hihi), dan rata2 anak minum susunya masih pakai botol...nah ini yg masih Bunda ragukan, karena Devan sampai saat ini memang tdk diberikan makanan ringan kemasan itu, plus Bunda sedang dalam tahap mengajarkan minum susu menggunakan gelas, kl liat semua teman2nya masih pakai botol, wahhh bisa sia2 deh Bunda ngajarin yg saat ini Devan sudah mnm susu pakai gelas ketika siang, walopun masih botol dot ketika malam.

5. Yang paling Bunda sukai adalah bahasa Indonesia yang digunakan untuk seluruh pengantar pengajaran sekaligus kegiatan2 poitif seperti makan sendiri dan membawa piring dan gelas makan ke dapur, membaca doa sebelum dan sesudah makan

Dan semua pertimbangan diatas, Bunda sampaikan ketika review hasil trial bersama 2 orang guru. jadi, kesimpulannya Bunda masih mau mencari sekolah lain untuk trial lagi, yang mungkin bs sebagai kelas bermain menyenangkan untuk Devan, menggunakan bahasa Indonesia sebagai pengantar, dan tidak serutin Putik, seminggu sekali cukup rasanya untuk anak sesusia Devan.

Saturday, July 18, 2009

[Makeover] Taman


tanaman bag. bawah yg sdh di rapikan

2 minggu lalu, akhirnya terjadi juga makeover taman, yg sudah lama Bunda rencanakan, tp nunggu tabungannya cukup dulu, hehehe...

Tukang taman diimpor dr rumah Mia (Green Park), hehe makasih ya Mi buat informasinya...dengan total paket rumput dan tanaman yg sudah Bunda pilih untuk di tuangkan di taman dengan tema modern minimalis yg Bunda inginkan.

Yang termasuk dalam paket adalah:
1. Kamboja bunga pink
2. Pandan Bali - multi dahan
3. Bambu Kuning
4. Lili paris
5. Bunga2an macam jenis
6. Bakung
7. Agave (siklok)
8. Rumput gajah mini untuk seluruh taman (luar pagar, depan, belakang)
9. Batu kali - 2 buah
10. Batu tapak - taman depan
11. Lampu sorot

So, inilah beberapa gambar yg Bunda ambil ketika makeover terjadi, dan bbrp saat setelah taman selesai di make over...

Tuesday, June 30, 2009

Ternyata Bunda tidak sendiri...

Yah, Bunda sangattt menyesali kejadian semalam, kejadian yang membuat Bunda hari ini tidak semangat ke kantor, dan tidak semangat menjalani hari...

Semalam, seperti biasa, aybun sampe rumah main dengan Devan, dia lari2an teruss, ngekor kemana Bunda atau Ayah pergi, ke toilet aja diikutin, maklum banget, pasti Devan kangen karena ditinggal hampir 12 jam, karena Aybun hrs kerja...kami sangat memakluminya...

Terus akhirnya dia keringetan, pdhl AC nyala, dan baju Devan pun basah, krn memang di punggung Devan sudah 2 hari ini terlihat bruntusan merah, biang keringat sepertinya, Bunda selalu pesan sm si nanny untuk gantiin baju Devan setiap kali basah, agar tubuhnya tetap kering dan tdk memicu biang keringat di punggungnya...nah smlm itu Bunda yg twrkan ganti baju dulu ke Devan, tp Devan menolak, dan terus lari2an, sambil Bunda msh bujuk2 terus untuk ganti baju, dan selesaikan lari2an nya, Bunda ajak dia bobo, krn wkt itu dah jam 21.20, ga biasanya Devan bobonya malem2 gituh...

Setengah dipaksa Bunda untuk ganti baju, Devan malah merengek2 dan gak mau diganti bajunya sambil marah2, ayahnya yg awalnya bantu2 bujuk Devan, jadi agak naik intonasi suaranya, dan ngambil Devan yg lg rengek2, sambil bilang "Devan, ayo gak boleh nakal, bajunya harus diganti, supaya gak gatal punggungnya, dan abis itu mnm susu trs bobo, karena ini udah mlm" Devan ngeliatin ayahnya, tp matanya berkaca2 nahan tangis, ngeliat gitu Bunda ambil Devan trs dipakein baju gantinya, trs Bunda peluk sambil tawarin susunya, tapi trs Devan menolak, dan nangis kencengggg dan gak mau diajak ke kamar, entah apa maunya, tp ketika Devan nangis itu, ayahnya langsung melunak, dan ikutin Bunda mau gendong Devan, tp Devan nya gak mau, dia malah nangis sesenggukan, nahhhh salahnya Bunda, krn kesel sama Ayah, Bunda ngomong agak keras, "udah Yah, nanti dulu, biar Devan diem dulu, di kan lg gak mau digendong sm Ayah, jd biarin dulu"

Pas abis Bunda ngomong itu, Devan nangis tambah kenceng sambil nunjuk2 ke mba nya, mnt digendong, waahhhhh Bunda kecewaaa bangettt, serasa ditolak, krn Devan meronta2 dan nunjuk2 Mbaknya, akhirnya krn emosi juga Bunda suruh mbaknya masuk ke kamar, dan Bunda bersikeras untuk gendong Devan smbl ngomong lemah lembut, kl Bunda gak marah sm Devan, sambil Bunda peluk, ga tahan, Bunda nya nangis juga akhirnya...si Ayah bingung trs berusaha bantu untuk diemin Devan, tp hati Bunda sakit Nak...Bunda memang salah ngomong kenceng deket Devan, dan Bunda gak nyangka reaksi Devan ky gt, pdhl selama ini setiap Devan nangis mau sesuatu, pasti Devan cr Bunda dan mnt digendong dan dipeluk....

Bunda terus peluk Devan sampe akhirnya Devan tenang dan diam nangisnya, trs Bunda baringin di sofa nawarin susunya, krn Devan gak mau masuk ke kamar, abis itu Alhamdulillah Devan diem dan mau mnm susunya, dannn stlh susunya habis, Devan malah main2 lagi, krn ayahnya merasa bersalah, ayahnya ngelayanin semua omongan Devan smp tuh anak ngantuk sendiri dan mnt msk kamar...

Tapi Bunda gak bisa lupa Nak, ekspresi kamu saat meronta dr gendongan Bunda dan nunjuk si mba, sampai hari ini menjadi penyesalan buat Bunda, dan mungkin akan teringat terus...sampe td mlm kepikiran apa Bunda resign aja ya, ga usah pk nanny lg, biar Bunda yg urus Devan di rumah, tp Bunda tau pasti Bunda belum bs sepenuhnya seperti itu, krn Bunda tau siapa Bunda, selama ini bekerja membuat Bunda lebih hidup disamping menambah penghasilan keluarga....halah istilahnya tuh...tapi beneran deh, Bunda sedihhhh

Dan hari ini Bunda browsing artikel ttg mendidik anak usia 2 tahun, banyak artikel sejenis permsalahan yg Bunda alami, banyak Bunda yg berbagi pengalaman sulitnya menghadapi anak yg tantrum, dan bahkan lebih nakal dr Devan, yah Bunda nggak sendiri, tp Ayah dan Bunda janji, Insya Allah tidak akan ngomong keras apalagi menyakiti Devan dengan marah2...maafin Ayah dan Bunda ya Nak...kamu pelipur hati kami, tidak sepatutnya kami menyakiti perasaan mu...

Semoga pelajaran semalam menjadi ingatan dan catatan ketika Ayah dan Bunda mulai kesal dengan kelakukan Devan yang kadang agak nakal...tp kami mengerti kok Nak..kamu sedang dalam masa eksplorasi baik emosi maupun perilaku, Insya Allah kami akan menjagamu dan mengajarkanmu hal2 yang baik, membuat masa kecilmu bahagia....hmmm sulit sekali menjadi orang tua, jauhhhh lebih sulit drpd mengerjakan soal matematika yg jelimet sekalipun....

Tetapi sangat bersyukur karena diberikan kesempatan untuk belajar lebih banyak, semoga kedepannya lebih baik...amiinnn