Setelah ditelpon berkali-kali untuk undangan trial di Putik sejak 2 bulan lalu, akhirnya baru sabtu kmrn, Bunda bs luangkan waktu untuk trial disana.
Memang sebelumnya Bunda sedang cari2 sekolah untuk Devan, sekolah main2 aja, yg penting Devan bs belajar sosialisasi sambil mengasah motorik halus dan kasarnya.
Devan dirujuk untuk trial di kelas Dede (usia 2-3 tahun), dengan jadwal sekolah seminggu 3x (bisa pilih hari sesuai option yang diberikan Putik) dengan waktu bermain mulai jam 08.15 - 10.00, dengan 15 menit apabila ada pelajaran agama.
Sampai di putik jam 8.15, para guru menyambut dengan ceria, devan dikenalkan di depan teman2 yg lain yg juga sudah datang.
Kemudian langsung masuk dengan kegiatan di luar kelas, senam pagi dan permainan memindahkan sedotan dr keranjang 1 ke keranjang lain yang diletakkan di sebrang keranjang pertama. Di sesi ini Devan masih belum mau bergabung dengan teman2nya, dia masih meluk paha Bunda sambil liat teman2nya senam pagi diiringi musik. Kemudian, istirahat dan diberikan minum air putih, dengan cara salah satu guru membawa nampan isi gelas dan mempersilahkan anak2 mengambil langsung dr nampan tersebut. Selesai itu, anak2 dibawa masuk ke kelas untuk permainan dalam kelas, tp belum lama main di dalam kelas, diajak keluar kembali untuk makan bubur kacang ijo. Pada session ini, kelas Dede bergabung dengan kelas Adik (3-4 tahun). Diajarkan cuci tangan pakai sabun dan duduk bersama di meja makan untuk mkn bubur kacang hijau yang telh disediakan oleh Putik. Anak2 juga diajarkan membawa piring dan gelas bekas makan ke tempat berkumpulnya piring dan gelas kotor, di sesi ini devan sdh bisa melakukannya sesuai instruksi, great Boy...
Setelah mkn bubur kacang hijau selesai, masing2 anak masuk sesuai kelas yg mereka ikuti, Devan masuk ke kelas Dede, didalamnya ada 5 orang anak yang sudah merupakan murid Putik. Kelas Dede kali ini dengan tema makan bersama (lagi), karena memang minggu ini Kelas Dede temanya makan dan memasak bersama. Untuk memasak bersama sudah dilakukan di 2 hari sebelumnya, so Devan kebagian yang makan saja, hehehe. Awalnya ketika guru menyuruh murid2 duduk di meja makan, hanya Devan yang tidak mau, hehehe, dia sibuk main mainan yg ada didalam kelas...tp sesaat setelah makanan siap diatas meja makan, dan guru memanggil Devan, dia langsung duduk di meja makan, karena liat makanan, sambil bilang "Mauuu" dengan tangan menunjuk makanan, hahahahha, Devanku paling ga bs lewat kl soal makanan....
Devan belajar makan sendiri, yg memang kl dirumah jg sudah diajarkan bagaimana makan sendiri, dengan nasi dan lauk pauk belepotan setelahnya tentunya, tp nggak apa, karena itu proses belajar ya Nak...
Selesai acara makan, maka selesailah kelas Dede tepat pukul 10.00. Setelah itu Bunda dipanggil untuk review trial yang sudah dilakukan tadi.
Kesimpulannya, Bunda masih mempertimbangkan apakah Devan akan ekolah di Putik atau tidak, dengan pertimbangan sbb:
1. Sekolah seminggu 3x, dimana menurut Bunda itu masih belum perlu buat devan, karena nampak sebagai rutinitas, belum sesuai dengan usianya menurut Bunda.
2. Gurunya kencang sekali ketika bicara didepan anak2, sehingga tembus suara di kelas sebelah, nggak nyaman saja
3. Perpindahan kegiatan dari sesi ke sesi berikutnya terlalu cepat mnrt Bunda, terkesan tidak fokus, sebaiknya mungkin diajarkan pelan2 dahulu, karena ketika perpindahan kegiatan itupun, anak2 terlihat terburu2
4. Ada sesi yang berlangsung di dalam kelas yaitu berbagi bekal, naahhh ketika Bunda lihat bekal makanan anak2 tersebut, rata2 isinya makanan ringan kemasan, sebangsa chiki2an, terus biskuit2 salut keju itu (tdk menyebutkan merk, takut kena UU ITE, hihi), dan rata2 anak minum susunya masih pakai botol...nah ini yg masih Bunda ragukan, karena Devan sampai saat ini memang tdk diberikan makanan ringan kemasan itu, plus Bunda sedang dalam tahap mengajarkan minum susu menggunakan gelas, kl liat semua teman2nya masih pakai botol, wahhh bisa sia2 deh Bunda ngajarin yg saat ini Devan sudah mnm susu pakai gelas ketika siang, walopun masih botol dot ketika malam.
5. Yang paling Bunda sukai adalah bahasa Indonesia yang digunakan untuk seluruh pengantar pengajaran sekaligus kegiatan2 poitif seperti makan sendiri dan membawa piring dan gelas makan ke dapur, membaca doa sebelum dan sesudah makan
Dan semua pertimbangan diatas, Bunda sampaikan ketika review hasil trial bersama 2 orang guru. jadi, kesimpulannya Bunda masih mau mencari sekolah lain untuk trial lagi, yang mungkin bs sebagai kelas bermain menyenangkan untuk Devan, menggunakan bahasa Indonesia sebagai pengantar, dan tidak serutin Putik, seminggu sekali cukup rasanya untuk anak sesusia Devan.