Sunday, July 10, 2011

[Devan] Bermain Scrabble


Hehehe, ini bukan main scarabble beneran, karena memang Devan belum bisa, tapi Bunda mau share aja, siapa tau masih ada mommies yang kesulitan mengajarkan huruf dan angka kepada anaknya. Walopun sekarang sudah banyak banget ya peranti lucu2 untuk huruf dan angka supaya anak2 senang belajar sambil bermain 




Nah jadi dengan scrabble ini, kitapun bisa belajar sambil bermain, eh tapi ini untuk anak yang usianya diatas 3 tahun yaaa, karena biji2 scrabble kan kecil, jadi harus benar2 diawasi, takutnya kalo anak yg memainkannya dibawah usia 2 tahun, masih suka masukin ke mulut

Nah jadi karena biji2 scrabble isinya huruf2, Devan kan suka ngeliatin kalo ayah bunda lagi main, sambil ngerecokin dia ikutan merangkai huruf2 tersebut di papannya, hehehe.



Nah moment itu suka Bunda ambil untuk belajarin Devan merangkai huruf, dasarnya dia harus tau dulu semua huruf A-Z, nanti sambil main2 dan nyanyi2 diajarin untuk eja huruf2 tersebut deh. Masih suka nanya pastinya, misal : Devan, coba rangkai huruf BUNDA, devan langsung ambil huruf B, U, terus dia gak tau lagi, pasti nanya, apalagi Bun abis huruf U, ya pastinya kita kasih tau aja, huruf N, terus kita ulang2 lagi tuh, bilang BUNDA, dieja B U N D A, jadi nanti si anak akan nangkep sendiri, setelah huruf U apa, setelah huruf N apa, ya gitu deh caranya, hehehe....


So far, permainan ini mengasyikkan, dan Devan akan bisa menuliskannya jg di kertas untuk urutan kata yang dimaksud, so far siy dia baru bisa merangkai DEVAN, BUNDA, AYAH, MIO, SALI, SALIHA, AKU, ERNA, NININ, AKI, EYANG, UTI, tapi lumayanlah, karena pelan2 tapi menyenangkan tanpa paksaan untuk belajar

Yang ada malahan Devan sering nagih untuk main scrabble bersama Bunda. Oh ya, setelah main, Bunda juga suka ajarin untuk beresin, caranya masukkin biji2 scrabble kembali ke plastiknya dan susun di kotaknya, so far so good...



Monday, June 20, 2011

[Devan] Thypus

Awalnya jumat sore dapat bbm dari adek yang lg dititipin Devan, karena Bunda lai di Singapore, "Devan sumeng kak, keliatan lemes dan gak mau makan" itu bunyi bbm dari adek.

Bunda pikir ah paling hanya batpil karena cuaca recently sedang tidak menentu. Bunda juga pulang sabtu paginya. Devan ikut jemput di bandara, nampak gak ceria, dan menyambut mainan yang dibelikan jg tidak antusias seperti biasanya

Sabtu itu, Bunda juga tepar mungkin karena kecapean, dan ikutan demam sama kayak Devan, hadeuhhh, gak bener banget deh, mau ngurusin anak sakit malah ikutan sakit...

Suhu badannya Devan diukur udah 39.11der pagi itu, masih terus di observe, dan dipaksa untuk banyak minum. Saat demam itu, Devan belum BAB juga sejak jumat sore, padahal biasanya sehari 2x. Frek BAK jg sedikit, Devan nampak lemas dan hanya mau tiduran. Minggu pagi diukur suhunya 40.23, tadinya Bunda masih mau membiarkan tanpa parasetamol karena di suhu2 tersebut justru antibodinya sedang berperang melawan virusnya. Tapi Bunda gak tega, karena devan nampak semakin lemas, dan tidak mau makan samsek, dibikinin puding dan dingin juga dia menolak, padahal biasanya itu cemilan fave nya

Akhirnya karena suhu masih manteng di 40 der, Bunda kasih paracetamol, 2 jam kemudian turun ke 38.75 der. Minggu malam kembali naik lagi ke 39.55, Bunda masih biarkan tp sambil tetap observe, tidak ada batpil yang menyertai, belum BAB samsek, frek BAK semakin jarang, Devan nampak lemas dan maunya tidur saja. Karena Ayah bersikeras membawa ke dokter, akhirnya malam itu kita berangkat ke KMC (Kemang Medical Care), disana tidak ada DSA yang praktek karena hari Minggu, jadi diperiksa dr UGD. Sampe di KMC suhu diukur 38.90 der, diperiksa di bawah leher, ada pembengkakan tonsil kata dr UGD. Diberikan surat pengantar untuk cek darah, tapi digunakan untuk senin saja, karena menurut dr di UGD, sekarang pulang saja sambil di observe demamnya, kalo besok demam turun dan Devan masih lemas, harus segera cek darah, karena takutnya indikasi DB, karena salah satu ciri2 DB adalah ketika demam turun, si anak malah lemas luar biasa (cenderung letargi)...haduhh

Akhirnya malam itu, masih di observe, gak bisa tidur jadinya karena was was nungguin perkembangan Devan.

Senin pagi, Devan bangun, masih tampak lemas, minta BAK, tp sedikit banget volumenya, dan suhu diukur masih di 39.20, kasih paracetamol, dan siap2 ke RS lagi, sekalian prepare perlengkapannya, takutnya harus di rawat inap, saat itu yang terpikir di kepala gimana caranya sakitnya Devan ini ketauan dulu, kalopun harus rawat inap, perlengkapan sudah siap.

Ini foto Devan di mobil waktu mau ke RS KMC.

Senin, pkl. 10.00 meluncur ke KMC, rencana konsul sm DSA dulu, apakah harsu cek darah atau tidak. Sampai di KMC, tiba2 Devan minta makan rotinya, terus minum banyak air putihnya, dan suhunya diukur suster, 37.80, dan tiba2 dia ceria lagi, wowww, ada apakah ini?

Gak lama, pkl. 12.00 DSA datang, Devan dapet no 1, ya iyalah nunggu dari jam 10.45 gituuu.
Devan di periksa, demamnya sudah turun, dan dia kembali cerewet, back to normal, lega banget perasaan...
DSA nya bilang, harus tetap di observe, karena takutnya Devan ceria sementara karena dorongan pikirannya, karena ada kekhawatiran tertentu yang kita belum tau...wah..wah seneng banget deh konsul sm DSA ini, selain komunikatif, dia juga jelaskan dr sisi psikologis mental anak.

So, stelah konsul, kita pulang dengan kondisi Devan yang sudah ceria, mau makan minum dan suhu tubuhnya yang berangsur normal.

Sampai di rumah, seperti pesan DSA nya, kalo Devan tidak boleh langsung aktivitas spt biasa, maka Bunda tetep observe perkembangannya dari jam ke jam.

Bener aja, Devan tidur siang dan bangun pkl. 17.30, tiba2 teriak Bundaaaa dari kamarnya, pas disamperin, dia terlihat lemas lagi, dan suhu badannya naik lagi, 39.70der, duh ya Allah ada apakah ini? Bingung, beneran bingung saat itu, dulu Devan pernah demam 5 hari, tetapi ada batpil, sehingga Bunda tidak sekhawatir sekarang. Akhirnya telp Ayah, dan Ayah minta kami siap2, memutuskan untuk cek darah saja, karena dia sudah bbm DSA yang td siang kami konsul.

Sampai di KMC, DSA udah ga ada, tp dia pesan sm suster untuk urus Devan cek darah, dan nanti hasilnya akan di bacakan lewat telepon, bersyukur banget dapat DSA yang kooperatif dan mudah dihubungi saat kondisi emergency seperti kmrn itu.

Di ambil darahnya, pkl. 20.30 di KMC, yang harus di cek di lembar surat pengantar lab nya, Dengue (igm,igg), tifoid, urin lengkap.


Hasilnya keluar 1.5 jam kemudian, dan kaget juga dibacakan hasilnya sm dr UGD dan DSA, ternyata Devan low positif tifoid, indeksnya 5, sedangkan keterangan rujukan di hasil lab nya, 4-5 itu low positif tifoid, >6 strong positif tifoid.

Menurut DSA, Devan terkena thypus, tetapi kondisinya tidak terlalu mengkhawatrikan, dan karena melihat kondisi mentalnya, DSA menyarankan untuk rawat di rumah saja, treatment dengan makanan lunak dan tidak boleh mengandung serat tinggi seperti sayuran, agar2 berserat tinggi, dan buah2an yang mengandung serat tinggi.

Devan juga harus istirahat total, tidak boleh main yang menggunakan aktivitas fisik yang berlebihan, kaya lari2an, main otoped, main bola

Ini yang Bunda sempat bingung, karena akan sulit sekali melarang Devan untuk tidak beraktivitas, tapi DSA tetap menyarankan untuk di rawat di rumah, karena akan lebih mempercepat proses penyembuhannya

Ok then, kami bawa Devan pulang malam itu, dan Bunda besoknya masuk kantor sehari, untuk minta izin cuti sama Bos merawat Devan selama di rumah, karena harus dalam pengawasan ketat terutama untuk membatasi aktivitasnya.

Selama 3 hari cuti, banyak yang Bunda temukan di rumah, diantaranya art yang selama ini mearwat Devan kalo Bunda kerja, ternyata tidak higienis dalam mencuci peralatan makan Devan, kemudian dia juga banyak berbohong ketika ditanya keseharian Devan, ada 2x Devan jatuh di sekolah dan kejedot pintu jemputan sampe dagunya memar dan dia gak bilang sama Bunda

Dalam 3 hari itu pula, Bunda temukan si art ini susah sekali dibilangin untuk gak jorok, untuk selalu cuci tangan sebelum nyuapin Devan, akhirnya Bunda ambil kesimpulan, inilah salah satu faktor penyebab thypusnya Devan, karena selama ini makanan Devan selalu homemade, tidak pernah jajan, makan juga teratur dan dengan nutrisi yang diperhatikan pastinya.

Akhirnya, telepon asisten lama yang waktu itu minta kerjaan, tapi  Bunda tolak karena udah ada si art yang di rumah itu, Alhamdulillah masih available, segera minta dia kembali ke rumah, Alhamdulillah minggu pagi lalu dia udah di rumah, dan art yang lama jg udah bunda pulangin malam minggunya.

Senin lalu, Devan kontrol lagi ke KMC, dan Alhamdulillah hasilnya menggembirakan, fase tifoidnya sudah lewat, dan hatinya juga sudah kembali normal. Ohya lupa diinfo, menurut dsa nya saat thypus, si penderita akan mengalami pembesaran hati (liver), haduhhh ini bikin Bunda deg2an dan marah banget dengan kondisi kenapa Devan bs kena penyakit ini.

Alhamdulillah dsa info saat kontrol senin itu, semua sudah kembali normal, dalam 2-3 hari Devan sudah bisa makan nasi kembali, dan beraktivitas seperti biasa, tetapi tetap tidak boleh di forsir. Makasih ya Allah, ternyata semua bisa dilewati dengan baik...

Di rumah pun, sudah kembali normal, art yang sudah merawat Devan sejak dia umur 1 tahun sudah kembali, Bunda juga sudah bisa bekerja dengan tenang, Alhamdulillahhh...

Hikmah dari semua kejadian ini, sesibuk apapun di luar rumah, sebagai ibu bekerja, tetap tidak bisa mempercayakan sepenuhnya kepada asisten di rumah, walopun Devan beranjak besar, perhatian dan periksa rutin tetap harus berjalan seperti biasa, Alhamdulillah masih bisa melewati semua dengan baik...

Sehat-sehat ya Devanku, Bunda paling sedih dan khawatir kalo Devan sakit...

Thursday, May 19, 2011

[Ayah] Bye-bye kerang....

Sebelumnya mengucap syukur dahulu karena di tahun ini disamping dapat ujian soal keguguran kemarin, tetapi Allah juga memberikan nikmat yang luar biasa kepada keluarga kami. Saat terjadi ujian kemarin itu, berbarengan dengan proses Ayah sedang interview di perusahaan lain yang bila dilihat dari skalanya, memang tidak sebesar Shell yang memang lumayan dikenal sebagai oil company yang lumayan baik reputasinya.

Tetapi perusahaan ini besar di skala domestik, dan juga punya beberapa bisnis di luar Indonesia...dan juga, masih ada keinginan kami sekeluarga untuk menetap di negara lain, hehehe, bukannya gak cinta Indonesia, tetapi dengan pertimbangan perbaikan kualitas hidup, makanya kami masih menyimpan impian itu, semoga bisa terealisasi melalui perusahaan ini, amiinn...

2 minggu lalu, Ayah sudah mulai hand over pekerjaannya, sepanjang itu ayah cerita, kalo teman2nya dan rekan kerjanya juga customernya merasa sedih harus berpisah dengan ayah, cieee, temen kantor idaman nih yeee, hihihihi. Tapi memang iya siy, aku sendiri merasa Ayah adalah teman diskusi yang asik meskipun tidak di semua hal, tetapi untuknya orang - orang penting dalam hidupnya sebisa mungkin mendapatkan prioritas perhatiannya

Nah dalam pekerjaan, aku lihat ayahpun begitu, dedikasi yang tinggi dan tanggung jawabnya sangat terlihat terhadap customer dan rekan kerjanya, baik atasan maupun bawahannya.
Juga, konsistensi yang tinggi terhadap pekerjaan membuat ayah disukai banyak orang di kantornya.

Kalo lihat sejarah karier ayah dan aku, hingga hari ini aku masih menetap di perusahaan ke 2, sedangkan ayah, perusahaan yang baru ini adalah porusahaan ke 5 nya, dan semakin hari, jenjang kariernya semakin baik dan juga selalu di perusahaan yang dikenal orang banyak, Alhamdulillahhh...

Aku memang melesat lebih dulu dari Ayah, tetapi 3 tahun terakhir, Ayah membuktikan konsistensinya, terbukti dari jabatan yang diberikan oleh perusahaan yang baru ini.

National Sales Manager adalah anugerah di usia Ayah yang baru akan menginjak 32 tahun, 25 May besok, sukses terus ya Ayah sayang, Bunda akan selalu disamping ayah dan mensupport Ayah dengan penuh doa dan sayang.....amiinnn

Terima kasih ya Allah atas anugerah indah yang Engkau percayakan kepada kami, semoga Ayah selalu jujur dalam pekerjaannya, dan berguna bagi orang2 di sekelilingnya, amiinnn