Showing posts with label bsmaid. Show all posts
Showing posts with label bsmaid. Show all posts

Friday, August 27, 2010

[Share] BS atau Maid yaa???

Semingguan ini aku memang lagi urus pencarian dan seleksi pengganti pengasuh Devan untuk setelah lebaran nanti, karena seperti yang pernah diceritain disini, bahwa Erna, nanny nya Devan selama hampir 2 tahun ini akan menikah, dan rencananya akan ikut suaminya ke Samarinda sana, karena calon suaminya tugas disana.

Sedih dan kehilangan sangat kurasakan, tapiii tidak boleh berlarut2, harus segera cari ganti dan sudah pasti ada sebelum lebaran, agar setelah kembali dari cuti nanti, semua sudah beres, aman, terkendali

Nah, sempat terbersit untuk ganti pakai maid biasa, selain karena alasan Devan sudah besar, sudah sekolah, juga aku berencana untuk program memberikan adik lagi buat Devan, shg aku ingin melatih Devan terbiasa dengan maid, karena ada kemungkinan kalo adiknya lahir nanti aku kembali pakai BS (*hamil aja belum, udah sepanjang itu plannya, hihi), daann gak mungkin dobel2 BS, karena gak sanggup biayanya

Tapiii, untuk kondisi saat ini, cari maid biasa, sudah aku pesan jauh2 hari sebenarnya, tetapi masih belum dapat yang cocok, mamaku sampe bilang, jangan bandingkan dengan BS yg dr segi ketrampilan saja sudah berbeda, yaa aku bilang, aku jg dulu waktu Devan lahir sampai usia setahun pakai maid biasa, dan cocok, jadi ya memang belum cocok saja untuk para mbak yang ditawarkan ini.

Terus terang aku malas menghadapi problem di tengah2 ketika nanti si maid sudah kerja, tapi terus minta pulang mendadak karena tidak terikat perjanjian secara tertulis. Kondisiku sebagai ibu bekerja mengharuskan diriku sendiri untuk menyelesaikan dengan proper segala sesuatunya di awal, agar tidak ada kondisi yg tidak diinginkan di tengah2 nanti, yak, aku terbiasa dengan planning dan target, mau tidak mau, akupun menerapkan itu dalam keseharianku. Walaupun ada yang melenceng dari target, setidaknya masih bisa meminimalkan resiko...

Kembali kepada pemikiran itu dan waktu yang berjalan terus, setelah berdiskusi dengan Ayah, dengan komitmen, bahwa segi biaya pun kembali masuk dalam budget bulanan, akhirnya dengan mantap aku telepon yayasan tempat ambil Erna dulu, Yayasan Surya Wijaya di Ponorogo sana.

Setelah menginformasikan kepada ibu yayasan bahwa Erna tidak akan kembali, Bu Narti pemilik yayasan langsung menginfokan akan segera mencarikan sesuai kriteriaku. Aku senang berbicara dan ngobrol dengan ibu pemilik yayasan ini, dia sangat mengerti kondisi ibu bekerja, sehingga tidak pernah mengizinkan para BS nya mudik dalam waktu yg sangat lama, pasti akan disesuaikan dengan jadwal masuk para ibu.

Dan si Ibu sangat bertanggung jawab mengurus para BS nya, dengan manajemen yang rapi dan tertata baik, tidak heran, banyak sekali para ibu di Jakarta ini yang mempercayakan anak2 mereka kepada BS yang berasal dari yayasan ini. Terbukti ketika antar Erna pulang ke cabang di JKT, 5 bus besar sudah berjajar untuk memulangkan para BS ini ke kampung halamannya.

Setelah 2 hari dari pemesanan, tepatnya Rabu lalu, saya diinformasikan melalui sms, BS nya sudah ada, diberikan nama, usia, pengalaman bekerja, dan no HP untuk keperluan interview.

Akhirnya setelah mempersiapkan seluruh pertanyaan yang ingin aku tanyakan kepada BS, aku  menghubunginya sehari setelah kabar tsb. Aku tanyakan semua yang kuketahui dari anak ini, usianya 18 tahun, anak ke 3 dari 3 bersaudara, lulusan SMP, pengalaman kerja belum ada, tetapi dia bilang kalo niat bekerja mengasuh anak. Yak, memang aku minta BS yg baru lulus dari Bu Narti, agar aku bs memprogram jg dari awal, tetapi dengan modal dasar pendidikan perawatan anak yang pastinya sudah diajarkan bu Narti selama 3 bulan selama pendidikan BS.

Nah setelah cocok dengan jawaban2 yang diberikan oleh si BS, akhirnya aku mintakan hasil test kesehatannya dikirimkan melalui fax, untuk kebutuhan ini aku keluarkan biaya ekstra. Alhamdulillah sudah selesai semuanya, jadwal pengantaran sudah ditentukan dan tinggal menunggu datang saja, Alhamdulillah...

Nah, itu pertimbanganku mengapa kembali memilih BS dibandingkan maid, karena memang kondisiku tidak memungkinkan untuk menunggu maid yg siap bekerja ketika aku sudah harus masuk kantor kembali. Mama adalah orang yang paling bisa diandalkan, tetapi seminimal mungkin aku tidak ingin merepotkan beliau, karena walopun dengan BS baru, tetap saja sebulan pertama, mama akan bantu untuk monitor di rumah walopun tidak full day, karena masih ada papa dan adikku yang harus diurus Mama di rumahnya.

Tetapi dengan segala persiapan yang sudah dijalankan, dan bila nanti di tengah mudik, aku dapat maid yang bisa aku percaya untuk menjaga Devan, cocok denganku, dan niat bekerja hanya pulang 1 tahun sekali yaitu lebaran, aku bisa cancel BS ku dan pakai maid, Alhamdulillah lebih irit pastinya