Showing posts with label curhat. Show all posts
Showing posts with label curhat. Show all posts

Wednesday, April 15, 2009

Menggali Talenta

Hahaha, judulnya serius amat yaa..nggak siy, ini cuma lagi kepengen nulis aja ttg hal yg lagi pengen aku geluti sebentar lagi...

Yup, perias wajah or make up artist kali ya istilah kerennya...sebenernya jujur aja, dari dulu suka kepengen banget punya bisnis Wedding Organizer, karena aku suka sekali membantu event orang@ yang mau merit, aku suka memilihkan bajunya, aku suka memilihkan tema dekorasinya, walopun idenya datang dari sebuah gambar baik itu dr brosur or majalah (tp bukan gambarku lhoo, hihi), aku suka membantu merias wajah sodara2 or tetangga ketika ada event2 yg berkaitan dengan keperluan tampil cantik, hihihi, pokoknya aku suka hal2 yang berbau itu, dan juga suka banget kalo aku di make up oleh seorang perias, apalagi melihat hasilnya yang memuaskan, hehe...

Tapiii, melihat modalnya yg besar yg harus dimiliki, sampe sekarang mimpi itu masih memnggantung, hihi, mungkin bisa aku mulai dengan merias wajah dulu kali yaa...

Ada cerita lucu juga dibalik keinginan yg skr lagi menggebu2 ini, jadi ceritanya waktu kapan, lupa juga waktu pastinya, aku pernah dibaca garis tangannya oleh seorang teman dari teman kantor yang bs membaca garis tangan, hihi, sebenernya kan gak boleh ya percaya begituan, tapi swear...aku iseng doang saat itu, cuma aku inget satu statement yang pernah dia info ke aku : "mba punya talent yang bs menghasilkan dan bikin sukses lhoo, tp aku ga bs bilang detailnya, cb digali dan diasah aja krn talent itu gak pernh mba sadari dan terfikir sebelumnya sm mba"

Waktu itu siy smpt penasaran dan bertanya2, kira2 bakat apa ya yg aku punya tp aku gak pernah coba apalgi diasah..kl jualan, rasanya gak mungkin secara aku moody bgt kl jualan sesuatu dan hanya benda2 tertentu yg aku suka aja dan yg kira2 marketnya bagus, hihi, asli bs diitung kali berapa kali aku jualan, walopun biasanya siy sukses2 ajalah, at least menurut aku...

Akhirnya gak pernah terpikir lagi dan tetep "sok" sibuk dan tenggelam dalam rutinitas..hihi

Sampe minggu lalu ketika adik iparku menikah, dan aku melihat perias nya tidak proper, langsung terpikir, yaaa, kl rias begitu doang mah gw juga bisa, halahh, sok banget ya, hahaha

Tapi abis itu beneran lho kepikiran terus dan akhirnya aku mencari dukungan dr suami, mama, dan bbrp sahabat tercinta, ternyata mereka mendukung banget keinginan aku untuk jadi make up artist, hihi, thanks ya all...aku jd semangat mau ngejalaninnya nehh, so aku mulai kursus make up private dengan guru lulusan Gusnaldi tgl 25 April nanti, Insya Allah kalo memang bakat itu yang aku punya dan gak pernah diasah selama ini, semoga aku bs punya ketrampilan lain selain yg aku miliki saat ini, amiinn...

*Picture taken from Igun & Dinna's wedding - dec 2007*

Sunday, February 22, 2009

curhat yang sudah selesai....hehe

Alhamdulillahhhh....berkaitan dengan sharing yg aku posting disini, minggu kedua Feb, 2 minggu setelah somasi 2 yang kami layangkan ke pihak developer atas permintaan ganti rugi karena keterlambatan serah terima, berujung baik. Pihak developer mau datang dan berdiskusi dengan kami secara tatap muka, sehingga ada keleluasaan bagi kami untuk menjelaskan apa yg sebenarnya terjadi. Kala itu yang datang adaah petinggi2 pihak developernya, saya sempet berfikir mereka akan bawa lawyer, makanya sayapun sudah siap dengan lawyer kami (Pakde kami sendiri, heheh) apabila memang pertemuannya seperti itu. Tetapi ketika kami tanyakan perihal tersebut, MKT nya bilang nggak bawa lawyer kok Bu, karena kita mau diskusi kekeluargaan saja.

Ok, pertemuan pun berlangsung Rabu malam, 11 Feb di rumah kami, dalam diskusi itu Alhamdulillah tercapai kata kesepakatan setelah kami jelaskan semua kenapa kami melayangkan somasi tersebut. Salah satu petinggi dr developer sempat mengungkapkan, 26 tahun bergerak dalam proyek perumahan, baru kali ini ada somasi yg lumayan jumlah ganti ruginya, hmmm...aku cuma jawab, sebaiknya hal seperti ini diperhatikan, karena perusahaan akan besar karena komplain, dan untuk perusahaan seperti HAKA, alangkah baiknya jika memperhatikan setiap customer, setiap keluhan yg disampaikan oleh customer, karena itu adalah guru terbaik. Orangnya dah tua bow, maap ya Pak, saya gak bermaksud ceramahin Bapak, tp saya memang melihat manajemen HAKA untuk customer care nya sangat kurang, sehingga saya melakukan somasi ini pun bukan notebene atas dasar uang ganti rugi saja, tetapi jg sekaligus memberi pelajaran agar HAKA lebih baik kedepannya...

Alhamdulillah 3 orang Bapak2 terhormat yang kami ajak diskusi malam itu mengerti dengan kronologis yang kami sampaikan, untungnya ada data dan gambar sebagai bukti pengajuan somasi kami, sehingga prosesnya pun tidak berbelit2. Akhir diskusi ditutup dengan permintaan maaf dari pihak HAKA, sekaligus akan menetapkan waktu pembayaran ganti rugi sebagai kompensasi kerugian yg kami derita. Kami jg meminta maaf karena mungkin selama ini ada unsur emosi jg ketika berkomunikasi via telepon sebelumnya, ga menyangka yg datang Bapak2 senior semua, hihihi...

Pelajaran yang kami ambil disini, memang tidak mudah berhadapan dengan birokrasi seperti itu, tapi kami salut HAKA akhirnya datang dengan damai, dan mau mengerti, input saja untuk mereka, selektif memilih kontraktor dan pengawas pembangunan, serta lebih mendengarkan customer, krn customer tersebut yg mengalami langsung di lapangan

So temen2, apabila mengalami masalah yg sama, pastikan bukti2 kuat sprti gambar, check list yg disign 2 belah pihak, kita miliki sebagai dasar pengajuan apabila di tengah jalan terjadi sesuatu yg tidak sesuai dengan apa yg sudah dijanjikan.

21 Feb lalu, datanglah perwakilan dari HAKA nganter cek ganti rugi, hihihi, lumayaannn, buat menyalurkan nafsu belanja furniture Bunda nehhhhhh...Alhamdulillah....

Monday, January 19, 2009

pengen curhaaattt

Lagi pengen curhat aja pagi2, (mestinya kerja bukan curhat Win...), tp daripada dipendem2 bikin kesel, pengen maraahhhh, terkesan berlebihan mgkn krn efek PMS kali yeee...huhuhuhu

Udah sejak yg diceritain disini, Alhamdulillah akhirnya kami berhasil mendapatkan rumah impian kami, walopun dengan darah dan airmata...ceileee, hihi, tp ya emang perjalanan dan proses untuk memiliki rumah ini sangat2 penuh kenangan...di tengah krisis global yg melanda, suku bunga bank yg Masya Allah deh, pokoknya bener2 penuh perjuangan...tp semakin terasa indah, semoga rumah ini membawa berkah untuk kami.

Tapi ternyata perjuangan belum selesai, awalnya setelah akad kredit dilakukan di akhir Nov, kami sudah berharap kalo rumah ini akan bisa kami tempati akhir Dec, krn memang kami punya mimpi lain thd rumah ini, ada bbrp ruangan yg ingin kami tambahkan mumpung belum pindah, sehingga ketika pengerjaan berlangsung tidak mengganggu kami, krn kami masih tinggal di rumah kontrakan yang sekarang. Mulailah check point thd rumah ini dilakukan, karena itu aturan yg dijalankan setelah serah terima. Check point berlangsung dan menghasilkan bbrp point yg hrs diperbaiki oleh kontraktor dr developer, kami pikir minor saja, tetapi tyt developer bilang kami detail sekali, sehingga tidak ada retak rambut dinding rumah tersebut yg terlewatkan...yup kami memang cerewet sekali ttg kondisi keseluruhan dr yg paling kecil sampai paling besar, krn kami ingat perjuangan untuk membeli rumah ini, dan harga yg harus kami bayar bukan jumlah kecil bagi kami...dan kontraktor tsb setuju memperbaiki semua detail yg kami inginkan, sampai dengan waktu target serah terima..

Tetapi, ini salah satu ujian kami lg, kontraktor ini kerjaannya gak bagus, dan lambat menurut kami, krn setelah 2 minggu dr waktu yg dijanjikan, ketika kami datang lagi, kondisinya msh belum memuaskan, bahkan ada lg bbrp tambahan point yg hrs mereka selesaikan...

Itulah kontraktor perumahan, sesungguhnya spec dan material rumah ini tinggi dan memuaskan, tetapi karena kejar tayang, kontraktornya tidak detail mengerjakan, sehingga terkesan apa adanya, dan akibatnya banyak retak rambut yg harus mereka perbaiki semaksimal mungkin, dilalahnya lg mereka dapat customer yg cerewet seperti saya, hahaha, walhasil mereka harus sabar mendengarkan komplain saya dan menghadapi urutan list point yg harus mereka kerjakan ulang, karena saya menolak serah terima dengan kondisi seperti itu...

Akhirnya target serah terima berlalu, dan walhasil serah terima baru bs dilakukan pd tgl 3 January lalu, yg notabene melanggar batas waktu yg telah disepakati bersama dalam Akte Jual Beli, dan disitu tercantum jelas pasalnya, "apabila pihak developer terlambat menyerahkan tanah dan bangunan dengan kondisi yang disetujui, makan pihak etrsebut akan dikenakan denda sebesar 2 per mill atau maks 5% dari harga total tanah dan bangunan dihitung setiap hari keterlambatan".

Awalnya kami tidak concern dengan pasal tsb, tetapi karena pengerjaan yg lambat dan susahnya dihubungi kontraktor tsb setiap kami check point, mau marahhh, akhirnya kami gunakan pasal tersebut untuk somasi pihak developer, karena pasal tersebut kekuatan hukumnya jelas dan marketing developer yg melayani kami pun mendukung keputusan kami untuk mengajukan somasi. Lalu kami buatlah somasi dengan disertakan bukti2 yang kami tuangkan dalam surat somasi tersebut, dan apabila dihitung denda yg harus dibayarkan kepada kami, jumlahnya patut untuk diperjuangkan karena akibat dr itu kami telat untuk menambah bangunan yg kami inginkan, karena harus serah terima dahulu baru dapat melakukan sesuatu atas rumah itu.

Somasi sudah dilayangkan, 2 minggu setelahnya kami dapat jawaban, pihak developer menolak somasi kami, tetapi atas dasar konsultasi yg kami lakukan dengan bberapa pihak terkait dan jg pengacara yg kebetulan Pakde kami, kami akan melanjutkan somasi tersebut, karena kembali lagi ke hakikatnya, AJB tersebut memiliki kekuatan hukum yang pasti, dan jujur aja, saya gemas sekali terhadap kontraktor yg mengerjakan rumah saya, komplain sudah saya ajukan ke pihak developer untuk tidak memakai kontraktor tsb lagi di proyek2nya, semoga perjuangan kami membawa hasil yg memuaskan...aminnn

Teman2, kami butuh dukungannya, terus terang menghadapi semua ini membuat kami sedih, ketegaran memang dibutuhkan disini, terutama bernegosiasi dengan pihak2 yg terkadang sikapnya tidak sesuai dengan kami, bikin gemesssss dan kesellll, hmmmm (tarik nafas panjang dan dalam)...ujian memang membuat seseorang tumbuh dengan lebih dewasa dan lebih tegar...that's life yaaa...semoga Allah tetap memberikan hidayahnya untuk kami, aminnn....

Wednesday, February 27, 2008

satu episode kehidupan

"Dan janganlah engkau berfikir
engkau boleh menentukan arus cinta
karena seandainya cinta memberkatimu
ia akan menentukan arah perjalananmu"

                     *by Khalil Gibran

semoga aku selalu diberi kekuatan saat cinta memainkan perannya seperti saat ini...

sampai kapan ya harus tetap memendam...menyakitkan...tetapi ketika tersadar harus diselesaikan, selalu datang keraguan...ah entahlah...saat ini sedang diletakkan dalam satu episode kehidupan..dimana harus menata kesabaran...dan tetap mencinta...

sulitnya...

Sunday, December 2, 2007

Masuk kantor lagi....


Hiks...lagi sedih banget akhir2 ini, setiap kali main sm Devanku, terus keinget kl mo masuk ktr lagi, kok ya airmata suka ngalir sendiri gitu

Entah kenapa belum pernah ngerasain perasaan sedih yg hebat ky gini, biasanya aku paling toleransi sm rasa sedih, ga pernah terlalu dipikirin, dan bs happy lg dalam waktu yg cepet, tapi kok ya dgn masalah yang satu ini, kepikiran setiap menit, yg ada ngeliatin kalender melulu...hiks...

Sejak Devan lahir, aku handle semuanya untuk urusan dia, dibantuin mama cm sesekali aja, krn emang aku komit, aku mau total pas cuti 3 bulan ini untuk ngabisin waktu sm Devan. Eh tapi sekarang jd sedih banget, aku gak bakalan bs mandiin dia pagi dan sore, trus main sm dia pas siang2 kl dia lg gak tidur, dorong strollernya sambil jalan2 sore, waah pokoknya banyak deh, will miss out the moment neeehh...

Alhamdulillah siy, satu yg paling berharga untuk dia, tetep tersedia, 40 botol ASIP yg sudah tersusun rapi dan siap pakai, hehehe, karena komit jg mo ASI exclusive smp 6 bulan nanti dan Insya Allah nyusuin smp Devan umur 2 tahun, aminnn...

Ada cerita lucu jg tuh waktu merengek minta beli kulkas 2 pintu, hihi, gara2nya mintanya dah semnjak hamil krn kulkas yg ada sekarang kapasitas freezernya kan kecil, dan lg stock ASIP yg disimpan dalam freezer kulkas satu pintu cm bs bertahan smp 2 minggu, sdgkan dlm freezer terpisah kan bs sampai 3 bulan, jadilah udah pengen punya kulkas 2 pintu itu semnjak hamil. Tapi belum jg dibeliin alasan Tyo karena pk dl yg ada, repot kl punya 2, ga fungsi jg yg ada tagihan listrik membumbung...

Tapi krn pas minggu lalu, stock ASIP sudah ga muat lagi di kulkas satu pintu, mulailah aku merengek lg, tp kok ya dicuekin aja tuh sm Tyo, sedih banget smp nangis, krn ngerasa kok Tyo gak support niat aku untuk ngasih ASIX ke Devan, jadilah aku mutung seharian. Dan bertekad kl smp besoknya ga dibeliin jg, aku mo pergi beli sendiri aja...

Eh beneran lho tyt smp sore itu Tyo pulang ktr, masih belum jg nanggepin soal kulkas, akhrnya aku kesel bgt and ngambil kunci mobil aja mo ke carrefour, tp kunci mobil lgs diambil sm dia trus sambil senyum2, nanya : "mo kemana Bun?" aku ga jawab tp berusaha ngerebut kunci mobil, sambil tetep pasang muka cemberut (egois dotcom), trus Tyo ngomong lg "udah ga usah pergi, kulkasnya dah dibeliin kok, besok dikirim"....duaarrr seneng campur terharu jg...hihihi, lupa deh kalo dr pagi tadi Tyo aku cuekin, sampe2 minum pun gak aku buatin, spontan aku peluk Tyo..."makasih ya Yah..., kirain Ayah nggak support aku, hehe"

Jadi deh besoknya kulkas 2 pintuku datang, wuih senangnya...hihihi....

Tapi ya itu tadi sekarang ini setiap hari jadi menghitung hari terus, 3 bulan 2 minggu kok rasanya cepet banget yaaa....ah semoga aja pas dah di kantor nanti dah ga terlalu mikirin, yg penting aku percaya Devan akan baik2 aja dalam asuhan neneknya...amin...