Kalo diflash back selama usianya Devan, sakit yang bikin panik pasti aja berkaitan dengan kulitnya, usia 9 bulan kena Roseola, usia 14 bulan kena Impetigo, dan kemarin baruuu ajaa berlalu, lagi2 bermasalah dengan kulitnya...hmppff...
Awalnya hanya bruntusan yang nampak seperti biang keringat di kedua lutut bagian belakangnya, dan selama ini hanya di treat dengan Caladine lotion aja di rumah, dan jaga kebersihan selalu setiap kali Devan keringetan, karena emang dia gampang sekali keringetan.
Tiba2 malam sepulang dari kantor, Erna laporan kalo bruntusan Devan di kaki kirinya berubah menjadi luka seperti sundutan rokok dan terlihat lumayan parah. Sedangkan bruntusan di kaki kanannya malah udah ilang...
Selama 3 hari di treat dengan Bactroban, gak kunjung sembuh juga, malah menyebar
Sabtu sore itu, mana si Ayah lagi seminar di Jogja, sehingga akhirnya memutuskan untuk membawa Devan ke dokter hari itu juga, karena ga bisa nunggu si Ayah yang baru pulang minggu paginya, karena berfikirnya saat itu di RS kalo hari minggu jarang DSA yang praktek.
Itupun karena hari sudah sore, ga bisa ke DSA Devan di BWCH yang saya nilai lumayan komunikatif ketika saya vaksin Tifoid disana.
Akhirnya setelah cari2 RS terdekat, saya memutuskan ke salah satu RS yang ada di daerah Cibubur, setelah sebelumnya di referensikan seorang DSA oleh teman yang memang salah satu direksi di RS tersebut yang menurutnya bagus.
Sampai di RS, diperiksa dan DSA bertanya apa saja yang sudah saya lakukan di rumah untuk merawat lukanya, saya ceritakan panjang lebar dan lengkap, berusaha tak ada satupun yang terlewat, agar si DSA dapat memberikan informasi yang juga lengkap seputar infeksi kulit Devan ini.
Setelah diperiksa, si DSA menyimpulkan bahwa infkesi kulit yang diderita Devan di kaki dan bawah mulutnya adalah Herpes Simplex, whattt???
Si DSA menjelaskan bahwa itu bukan hanya dari kelakuan yang "gak beres" tadi, tapi penularannya bisa melalui udara, saya diminta cek terakhir Devan bermain dengan siapa, dan apakah teman mainnya menderita penyakit yang sama, haiyahhh jadi panjang begini, karena yang saya tau BS dan ART saya di rumah sehat2 saja. Dan lagi saya lihat Devan pun tidak ada demam selama kulitnya luka tersebut, jadi saya menganggap itu hanyalah impetigo, bahkan ada dugaan DA (dermatitis atopik) juga.
Yang bikin sebel, setelah saya kemukakan pendapat saya, sang DSA malah balik bertanya, "Ibu profesinya apa ya?"
Si DSA tidak menjawab pertanyaan saya, malahan menuliskan resep sambil menjelaskan bahwa dia memberikan puyer yang isinya bermacam2 obat : Chlorphenon 1mg, Lincocin 225mg, kenacort 1/3, Isoprinosin 200mg, MF P dtd XII (yang ini saya gak terlalu kebaca), saya makin heran sama DSA ini, dia bilang kalo diagnosisnya adalah Herpes dan penyebabnya virus, tetapi dia memberikan AB dan bermacam2 obat lainnya yang belakangan saya ketahui anti virus dalam satu kali minum untuk Devan, plis deh Dok, dari pengetahuan saya terhadap penyakit yang disebabkan oleh virus, itu kan tidak obatnya, hanya kekebalan tubuh kita, dan makan makanan bergizi untuk meningkatkan kekebalan tubuh yang biasanya di pakai sebagai treatment (cmiiw), apalagi ini ditambahkan AB
Putar otak segera berfikir ke DSA mana lagi yang kira2 komunikatif dan gak gampang kasih obat seenaknya, telepon emaknya Aya untuk minta pendapat, hihi, saat itu terfikir aja untuk tanya2 karena sebelumnya sempet komunikasi ttg sakitnya Devan itu *lirik maknya Aya*
Karena selama ini saya ke MS hanya untuk imunisasi dan memang belum pernah konsul untuk penyakit, karena Alhamdulillah Devan sehat2 dan belum pernah sakit seumur saya kenal MS, jadi aja gak terfikirkan untuk pergi kesana, makasih ya Raaa udah ingetin
Akhirnya sore itu juga telepon MS tanya hari Minggu praktek jam berapa, Alhamdulillah ada Dr Ian praktek jam 9-13 wib.
Keesokan harinya, meluncur menuju MS sambil bawa semua keterangan dan resep yang dikasih di buku Devan, Alhamdulillah Dr Ian menjelaskan panjang lebar perbedaan Herpes, Impetigo, dan DA.
Hmm, ternyata benar Devan kena impetigo lagi, setelah diperlihatkan dari bukunya Dr Ian mengenai penampakan Impetigo, yakinlah saya...Dr Ian sampe ketawa waktu saya ceritakan DSA yang saya kunjungi sebelumnya mendiagnosis Devan Herpes dan memberi segambreng obat2an yang gak jelas itu.
Menurut penjelasan Dr Ian, impetigo common menjangkiti anak2 seusia balita, karena itu disebabkan oleh kuman normal yang menempel di kulit, nah ketika si kuman menemukan "tempatnya" dalam hal ini bruntusan di kulit Devan yang sudah ada sebelumnya, maka berkembanglah dia menjadi Impetigo.
So, tenanglah saya karena ternyata ini bukan penyakit serius yang sempat saya kira ada alergi juga dari protein susu sapi (DA), karena lihat pola minum susu Devan yang memang kebanyakan setiap harinya, dan jujur sampai sekarang masih merupakan PR untuk saya untuk bisa membatasi hobi minum susu UHT nya Devan ini, ditambah makannya yang teratur dan ngemilnya yang lumayan sering, seharusnya Devan memang tidak perlu lagi minum susu dalam jumlah banyak setiap harinya, semoga Devan bisa mengurangi konsumsi minum susunya
Dan, untunglah pikiran masih jernih dan gak langsung memutuskan untuk meminumkan Devan obat2an tersebut, Alhamdulillah...
Hanya melanjutkan treatment dengan mandi dengan campuran cairan antiseptik, menjaga kebersihan lebih ekstra, mengganti baju sesering mungkin disaat keringetan.
Diresepin Bactroban dan melanjutkan treatment dengan mandi dengan campuran cairan antiseptik, menjaga kebersihan lebih ekstra, mengganti baju sesering mungkin disaat keringetan.
Alhamdulillah dalam 3 hari semua lukanya kering dan hanya tinggal bekas2nya aja yg berupa noda kecil keabuan, semoga hilangnya cepat terutama yang di bawah mulut karena kesian kulit mulusnya Devan...
Hmm, intinya memang kalo anak sakit panik pasti ada, apalagi kalo misalnya jarang sakit, tiba2 terjangkit sesuatu yang bikin kita sebagai ortu dituntut tetap berfikir jernih, karena dalam kondisi apapun, kita diwajibkan memberi yang terbaik untuk anak2 kita.
Pengetahuan dan komitmen untuk RUD itu penting sekali dan sangat terpakai ketika diberi kondisi seperti yang kemarin dialami Devan, karena tak jarang petugas kesehatan yang mungkin lebih bersifat komersial langsung saja memberikan obat2an yang belakangan kita ketahui sebenarnya tidak perlu.
Sungguh merupakan pelajaran berharga dalam dunia parenting nya Bunda...
*ket foto: diambil ketika luka di bawah mulutnya masih dalam kondisi yang parah