Ya sodara2, akuh lg kepengen wetlook si merah, wkwkwkwkw....*siap2 cek tabungan...
Entah kenapa dari sejak SMU dulu, saya suka sekali dengan tampilan mobil yang sporty tapi girlie, di modif di bagian velg, interior dan exterior nya bagian skirt saja....wow...sayangnya belum mampu beli sendiri saat itu, hehehe, gak mungkin juga minta dibelikan ortu, karena memang ortu saya tidak membiasakan anak2nya untuk sekolah membawa kendaraan...
Dan kebiasaan memperhatikan majalah mobil-mobil yang di modif itu berlangsung hingga kini, walaupun saya sudah jadi ibu berbuntut satu, yang konon hobi mendandani mobil biasanya jarang sekali dianut oleh kaum hawa, hohohoho
Tapi saya juga tidak menyukai mobil yang di modifikasi terlalu berlebihan, seperti diceperin, ditempeli sticker seluruh body mobil, atau merubah sampai ke mesin. Bisa dibilang saya cuma suka modifikasi standar saja tetapi bisa membuat sang mobil tampil elegan penuh wibawa, haduhhh bahasanya...
Dan sejak dulu saya memang menyukai segala jenis mobil yang dikeluarkan oleh provider HONDA, sempat menganggap simbol "H" di mobil tersebut adalah sebagian initial nama saya, Handayani, haiyahhh apa sihhh...
Saya juga menyukai mobil2 sporty yang bodynya besar seperti CRV atau New Pajero, dan untuk versi mewahnya Alphard dan BMW X7, siapa juga yang tidak suka mobil-mobil itu yak, heheheh...sayangnya belum kesampean memiliki salah satunya, Insya Allah suatu saat nanti...amiinnnn
Nah berkaitan dengan si merah ini, awalnya saya ingin memiliki yang warna pink, melanjutkan pembaruan jenis mobil yang saya miliki sebelumnya. Si Pinky yg menemani saya selama 3 tahun, dan harus dilepas dengan sukarela, karena ada keperluan yang membutuhkan dana lebih besar 2 tahun lalu, tepatnya Nov 2008. Dan si Pinky tidak sempat merasakan modifikasi apapun, walaupun saat itu saya punya banyak rencana untuknya, ternyata dalam 3 tahun itu tidak satupun terealisasi....
Dan sempat sedih sekali sampe berurai air mata, ketika pinky dibawa pergi oleh pemiliknya yang baru, di Cilegon sana, dan notabene sayapun tidak akan pernah melihatnya kembali...
Saat itu Ayah berjanji akan menggantinya saat ada rejeki nanti, karena memang itu murni hasil kerja saya selama ini. Tapi saat itu kehilangan Pinky tidak menjadi satu masalah besar karena tergantikan sibuknya me make over rumah, saya asik dan tenggelam dalam pengaturan interior, sehingga gak berasa sama sekali. Tiba lagi ketika mulai merasa membutuhkan kehadiran sang "kaki" karena Ayah sudah mulai sering tugas ke luar kota, dan berfikir uang taxi lama2 boros sekali...
Ternyata Ayah menepati janjinya, si merah hadir tepat ketika saya mensyukuri hidup saya di usia 31 tahun. Saya langsung berniat akan segera mendandani si merah yang cantik, hihihi.