Showing posts with label refleksidiri. Show all posts
Showing posts with label refleksidiri. Show all posts

Tuesday, June 15, 2010

[Share] yang sulit diubah..:p

Hasil membaca buku dengan judul The Miracle of Enzyme (Hiromi Shinya, MD), dan hasil ngobrol (ceting lebih tepatnya), dengan emak hebat nan populer, jadilah tulisan ini dibuat juga sebagai pengingat bahwa saya berusaha berubah, yak mengubah pola hidup saya dan keluarga, Devan dan si Ayah

Kalo  diceritain pola makan saya, lumayan cukup berantakan, hihih, pagi kalo lagi rajin bikin sarapan sehat, bawa roti isi tuna mayo dan daun selada, atau sekedar nasi goreng sosis, buat si ayah juga. Kalo lagi malas, sarapan di kantor macam gorengan pake sambal kacang (asli, ini ga sehat tapi ni'meh banget, hihi).
Siang, makan seadanya yang didapat hari itu, tapi seringannya makan gak sehat, daging2an semisal sate, sop buntut, steak, jaranggg banget makan sayuran.
Malem sampe rumah, makan makanan buatan ART, yang ini masih lumayan, karena sebelum berangkat kantor di pagi hari, sudah wanti2 lebih dahulu sama ART untuk menyelipkan sayuran dalam menu makan malam.

Nah, kalo wiken lebih kacau lagi, pengakuan dosa neh, saya malas banget masak *jadimalu*, bukan karena gak bisa, tapi punya kebiasaan jelek menggantungkan urusan masakan sm ART, dan kebeneran ART saya masaknya enak, dan kami seringnya cocok daripada nggak, jadilah begitu Terkadang, kalo pas-pasan lagi pergi keluar ketika wiken, pastinya makan diluar dengan makanan yang lagi diinginkan hari itu, tetapi seringnya seafood, sebangsa udang, cumi, kepiting, kerang2an oh how I love seafood , saya sanggup menghabiskan seporsi kepiting lada hitam dengan ukuran jumbo sendirian, kerang dara rebus 2 porsi, atau bahkan hampir 10 tusuk udang bakar kecapnya D'cost, sampe sering diledek teman2, "enak juga ya Win, makan sebanyak itu badan mah masih tetap langsing, wakakaka...tapi yaa gak heran terakhir general check up 1.5 tahun lalu, tingkat kolesterol saya 245mg, gak tau sekarang ini berapa indexnya, karena saya belum general check up lagi, kacauuuu...nahh tapi anehnya udah tau kalo ada yang gak beres sama tubuh ini, masih aja cuek ga berubah atau diet kolesterol.

Entahlah sulit banget mau berubah, terkadang saya merasa sehat2 saja, saya merasa masih sempat olahraga seminggu 2x, hiphop dan taebo, saya merasa belum ada keluhan yang berat selain pusing kalo abis "makan enak", saya merasa selalau minum air putih di kantor selama 10 jam sebanyak 1.5 L, dan perasaan-perasaan lainnya yang lebih berupa ke arah mencari pembenaran yang semu...hmmmm

Waktu ultah ke 31 Feb lalu, salah satu resolusi yang terpikirkan adalah menjadi Vegetarian, tapi  seiring waktu niat itu luntur berbarengan dengan makanan2 enak yang saya telan hampir setiap harinya, ckckckck, kapan insafnyaaa...

Setelah dapet info tentang buku ini dari sini, hehehe, sayapun langsung membelinya kemarin siang, dan ngebut baca td malem sampe tadi pagi, saya resapi tiap tulisan, saya maknai artinya sambil diskusi dengan si Ayah di perjalanan kantor tadi pagi, walhasil baru berhasil diskusi untuk sepertiga halaman, tadi pagi langsung tercetus begitu saja, saya mau mengurangi daging dan seafood, sebelum akhirnya menjadi vegan sejati, ini mah masih lamaaa, wkwkwkwkw, ya minimal ngurangin dulu deh...

Saya masih belum tahu apakah saya mampu, tetapi saya akan berusaha....Bismillah...dan makan siang tadi, menu saya hanya sup sayuran (kentang, wortel, buncis), aslinya ada dagingnya, dan saya sisihkan semua dagingnya + tahu tempe bacem, ditutup dengan buah potong dan 2 gelas air putih, ahhh bangga banget rasanya...lebayyy
, yah minimal ini awal perjalanan saya berikutnya dalam memperbaiki pola makan saya...dan semoga bukan cuma jadi sekedar niat atau resolusi seperti bagian keinsafan saya untuk tidak hidup boros, hehehehehe...saya akan tetap lanjutkan pola hidup yang menurut saya sudah baik seperti kebiasaan minum air putih dan berolahraga...amiinnn

*ket foto: kepiting lada hitam oleh2 ayah dari Balikpapan, yang lagi dipanasin di wajan

Monday, May 24, 2010

[Bunda] Shopaholic...am I?



Ssstttt, saya nggak se shopaholic orang yang ada di gambar itu kok, heheheh (gambar diambil dari sini)
*Tulisan ini dibuat untuk refleksi diri dan melihat seberapa berhasil saya dengan komitmen yang sudah saya buat

Entahlah, tapi yang pasti saya sulit sekali menahan nafsu belanja :(. Komitmen demi komitmen, resolusi demi resolusi, niat demi niat, semua terlewat begitu saja, sampai pada akhirnya saya bertemu teman saya seorang Financial Planner di suatu lembaga financial plan yang cukup terkenal.

Dari obrolan banyak seputar kehidupan kami, setelah lama tak bertemu, dan akhirnya sampailah pada topik yang membutuhkan komitmen dan kesadaran tinggi, yup saya harus berhenti untuk boros dan mulai memikirkan financial plan secara serius, dan sudah tidak ada alasan lagi untuk tidak melakukannya

Sebenarnya saya ingin sekali ikut pelatihannya, tetapi saya merasa belum punya banyak dana untuk dikelola, sehingga saya memutuskan untuk memulihkan kondisi keuangan saya lebih dahulu

Cara yang paling mudah sekaligus susah prakteknya, huhuhuhu, menahan hawa nafsu belanja, ya itu, lebih mementingkan kebutuhan daripada keinginan. Jujur saya akui, sulittt sekali, dan lebih seringnya nafsu diatas kebutuhan, bahaya bangettt kan...

Sambil refleksi diri kenapa saya sulit sekali untuk berubah dalam hal yang satu itu, diantaranya ya karena saya merasa memiliki uang saya sendiri untuk dibelanjakan, tidak ada beban karena saya tidak merasa minta ataupun berhutang pada orang lain. Ditambah lagi karena datang dari keluarga bukan orang kaya, saya jarang sekali dibelikan sesuatu oleh ortu yang bisa dibilang mahal, semua harus ada usahanya, ortu saya terbilang disiplin mengenai uang, saya bisa mendapatkan sesuatu yang saya inginkan ketika masih bersekolah dulu dengan cara berprestasi. Jadi ya ketika sekarang sudah memiliki uang saya sendiri, saya merasa bebas membeli apa saja yang saya suka sebagai anggapan"hasil kerja keras", tapi jadinya kelewatan...

Alhamdulillah, saya masih beruntung diberikan kondisi yang masih bisa dibilang baik dalam kondisi keuangan, walaupun ketika bertemu dengan teman saya itu, dan dia mencoba mengecek kondisi kesehatan keuangan saya, dia bilang, seharusnya tabungan saya bisa lebih banyak dari sekarang, wow, jadi sudah begitu banyak uang yang terbuang percuma, cuma untuk memenuhi nafsu belanja yang tak terkira...saya terhenyak dengan kondisi sedih, tapiii penyesalan tidak ada artinya, toh semua itu sudah terlanjur, sekarang yang harus saya lakukan adalah BERHENTI mengikuti nafsu belanja yang terkadang gila2an, lebih ke seringnya sih .

Saya mulai dengan tutup beberapa kartu kredit saya, saat ini saya hanya punya 2 kartu kredit, satu untuk kebutuhan perjalanan dinas atau bepergian, dan satu lagi adalah kartu kredit dari salah satu hypermart, saya masih pertahankan karena saya masih rutin belanja bulanan di hypermart tersebut, dan saya jarang bawa uang cash.

Langkah berikutnya adalah membersihkan lemari saya, hehehe, ya lemari saya yang penuh barang yang setelah ditanya pada diri sendiri dengan jawaban jujur, apakah memang barang2 itu sering dipakai, jawabannya adalah kadang2, karena kalo melihat tas aneka warna dan model yang menumpuk di lemari saya, ternyata ketika ke kantor pun, saya hanya pakai 1-2 tas bergantian selama 5 hari kerja, jadi kenapa harus sebanyak itu...ckckckc...*yang ini jangan ditiru samsek, sungguh amat sangat tidak baik...

Begitupun dengan sepatu, sandal, baju, mukena, handuk, sprei, kebaya, sampai2 saya geleng2 sendiri, sungguh saya tidak menyangka ternyata saya sedemikian rupa dalam nafsu belanja, Astagfirullah...rasa malu, cemas, sedih menggayuti saya, apa artinya semua ini apabila ketika suatu hari nanti, anak-anak saya membutuhkan dana yang tidak sedikit untuk sekolah, dana darurat ketika ortu sakit, ataupun dana darurat yang tidak bisa dibilang sedikit ketika saya atau suami sakit, Insya Allah jangan sampai sakit berat, tapii kita kan tidak tahu didepannya nanti akan terjadi apa???

Apalagi dalam satu hadist yang pernah saya baca, bagaimana pertanggungjawaban dari barang2 tersebut yang hanya memenuhi hawa nafsu belaka...hiyyy saya tidak ingin terperosok lebih dalam, saya harus sadar sesadar2nya, bahwa masih banyak perilaku negatif saya yang harus di ubah, diantaranya ya menekan nafsu belanja ini

Satu demi satu saya kumpulkan barang2 itu, saya pikir saya adakan garage sale saja seperti yang pernah saya lakukan dulu2, tp ternyata lihatlah, garage sale tidak membuat barang yang berlebih itu habis, yang ada malah tambah banyak, gak bener! Tapi tetap akan ada garage sale, dan setelahnya dengan komitmen dan kesadaran penuh Insya Allah tidak melakukan hal yang sama lagi...yaitu belanja lagi...hehehhe

Akhirnya dengan mengucap Bismillah, dan bertekad untuk hidup lebih baik, sudah 1 bulan sejak komitmen ini ditegakkan, Alhamdulillah saya bisa mengerem nafsu belanja yang aduhai itu, walopun beberapa kali, si Ayah kynya ngetest, hehe, nawarin sesuatu ketika ke mal, ajaib banget saya dengan santai bilang, nggak ah belum perlu, aku punya kok walopun lain warna, wkwkwkwkw, si Ayah kaget sambil mengelus tangan saya, Alhamdulillah, semoga Bunda beneran berubah yaaa..., aku cengengesan aja sambil berdoa dalam hati, Insya Allah, SEMOGAAAA...