Showing posts with label sekolahtk. Show all posts
Showing posts with label sekolahtk. Show all posts

Monday, May 2, 2011

[Devan] Lanjut TK or tetap PG??

Senin lalu, ada pertemuan ortu siswa di sekolah Devan, tujuannya mendata mana siswa yang akan lanjut ke TK di sekolah itu juga, dan mana yang tidak.
Dan bahkan disediakan konsultasi untuk ortu masing2 siswa untuk berdiskusi apakah anaknya sudah layak lanjut TK atau belum...

Kesempatan itu bunda gunakan untuk konsul banyak2 dengan gurunya, maklum karena Bunda tidak punya background tenaga pendidik ataupun psikolog, dan jujur Bunda masih ragu apakah Devan akan melanjutkan ke TK atau tetap di PG dahulu sampai kecakapan emosi dan usianya cukup untuk melanjutkan sekolah dengan sosialiasi yang lebih sering (TK masuknya seminggu 5hari).

Sebetulnya Bunda sudah cek metode pengajaran di TK A Al Fajar ini, sekolahnya Devan, dan Bunda lihat keseharian masih bermain2 dengan diselipkan menyanyi, mewarnai, dan belajar huruf dengan gembira, dan pelajaran komputer dan bahasa inggris yang diselipkan, tetapi ada tambahan pelajaran mengenal huruf hijaiyah di tingkat TK A ini, juga membuat prakarya dari kertas, dan juga menggambar sesuka hati, kalo istilah gurunya disana.

Sejauh ini, Devan sudah melewati hampir 1 tahun di PG nya, dan Alhamdulillah banyak perkembangan yang Devan alami, selain kosakata yang semakin banyak, hafalan doa2 pendek, kosakata bahasa inggris yang sedikit2 dia suka nyanyikan dalam lagu2nya. Dan yang paling penting belajar bersosialisasi nya yang semakin nampak dari hari ke hari.

Bisa dibilang Devan anak yang supel, gampang akrab dengan siapa saja, selalu menjawab bila ditanya, dan bahkan suka kepedean nanya2 kalo penasaran, pun dengan orang lain, hihihi

Yang paling lucu saat dia ingin bergabung main basket di lap basket dekat rumah dengan kakak besar, yup dia menyebut kakak2 yang lebih besar darinya dengan kakak besar , dia langsung saja menegur para kakak besar itu, dengan bilang "Kakak besar, aku boleh ikutan main gak? Tapi aku siy belum bisa, ajarin ya Kak"

Wow saat itu bunda tercengang juga dengernya, ga sangka aja dia bisa ngomong gitu, tapi si kakak2 besar ini akhirnya ngajakin dia main basket bareng dan ngajarin Devan gimana memantulkan dan melambung2kan bola basketnya, karena Devan lebih sering menendangnya daripada memantulkan ke lantai, hihihihi

So, sekarang hampir setiap sore dia bawa bola basket kecilnya ke lapangan deket rumah, ohh anakku udah gede ajahhh

Nah, back to topic, sebelum datang ke pertemuan sekolah itu, Bunda sudah diskusi dengan Ayah mengenai keputusan apakah melanjutkan ke TK atau tidak. Kami bikin list dari keseharian tingkah laku Devan, kelebihannya dan kekurangannya, dan kami coba evaluasi apakah Devan yang bisa dibilang masih prematur untuk masuk TK ini akan sanggup bersosialisasi dengan keseharian yang nantinya akan menjadi setiap hari di sekolah sejak pkl. 7.30 - 10.30, 1 jam lebih lama di bandingkan sekarang, tetapi bedanya jadi setiap hari.

Kekhawatiran Bunda adalah jelas, takut devan belum siap dengan rutinitas, dan yang paling bikin Bunda khawatir, adalah bila terlalu dipacu di usia dini, takutnya nanti di usia krusial sekolah malah bosan dan ogah2an, wahhh ini neh yang perlu disikapi dan dianalisis dengan lebih seksama...

So, hasil diskusi antara Bunda, 2 ibu guru PG Devan, dan satu psikolog sekolahnya, Ibu Guru yang juga melihat keseharian Devan di sekolah, bahkan pernah visit ke rumah untuk melihat lingkungan rumah menyatakan bahwa Devan siap masuk TK, berdasarkan dengan hasil evaluasi selama bermain di PG.

Psikolog melihat hasil evaluasi dan perkembangan, bahkan melakukan wawancara singkat dengan Devan, beliau pun bilang Devan sudah bisa.

Tapi kenapa ya Bunda masih punya ketakutan dan kehawatiran yang diatas tadi, takut kebosanan Devan malah muncul disaat usia krusial sekolah. Bunda sempat tanyakan dan kemukakan soal kekhawatiran Bunda itu pada guru2nya dan juga si psikolog, ibu Guru bilang, semoga dengan konsep yang diterapkan di sekolah itu, yang notabene menekankan bermain adalah lebih penting daripada belajar karena memang belum waktunya, tidak membuat Devan bosan dan lelah. Dan beliau juga menyarankan apabila nampak kebosanan, tidak ada paksaan untuk sekolah, tetap melihat kesiapan si anak sendiri. Jadi kalo nanti di TK A, tyt dilihat belums iap lanjut ke TK B, ya tetap di TK A saja.

Si Psikolog itu sendiri juga mengemukakan sepanjang otak si anak hanya diberikan masukan positif sepanjang masa golden age nya kecenderungan kematangan emosi akan berjalan sesuai dengan usianya dan dalam tahapan normal, artinya lingkungan rumah adalah pendukung utama untuk terjadinya ini, karena lingkungan sekolah akan berusaha untuk menyesuaikan dengan lingkungan rumah, jadi sebaiknya kebiasaan2 baik yang sudah ditanamkan di rumah tetap akan terasah selama di sekolah, dan bahkan akan menyempurnakan perkembangan si anak...so seharusnya kondisi kebosanan di saat krusial sekolah dapat dihindari.

Hmm, sedikit lega denger guru dan psikolognya ngomong gitu, tapi baru sedikit, hehehe

Nah, mommies MPers tercinta, sharing donk kira2 apa yang akan dilakukan bila menghadapi persoalan yang sama kaya saya ya?

Ow iya, usia Devan saat TK A nanti adalah 3.10 tahun...

Nanti ditambah istikharah juga deh supaya dapet kekuatan hati dan petunjuk dari Allah, apakah Devan akan lanjut ke TK A atau tinggal di PG saja dulu setahun lagi