Yeap...itulah quote yg pernah diagung2kan seorang sahabat ketika sedang ngobrol betapa indahnya pertemanan yang kami miliki saat ini menurut dia... walaupun ketika dia menyebutkannya, hati ini berontak tak menentu...karena nyata2 mgkn hanya dia yang menganggap seperti itu, krn mgkn berteman denganku menguntungkannya, sementara aku sebaliknya...pffff
Bukankah persahabatan itu sangat mengagungkan kebahagiaan sahabatnya....
Bukankah persahabatan itu harus saling menghormati...
Bukankah persahabatan itu adalah moment indah dimana setiap mengenangnya, kita selalu ingin terus memiliki moment itu...
Yup, itu adalah pemikiran2 sederhanaku ttg persahabatan, karena sejak aku kecil dan mengenal yg namanya berteman sekaligus bersahabat, aku memiliki sahabat2 setia yang tidak ada duanya, dan bahkan aku memiliki persahabatan yg sangat indah dengan seseorang yg kini sudah meninggalkan dunia fana ini, dan semua tentangnya hanya hal2 indah dan bahagia yang dia tinggalkan untukku, pernah dengan bodohnya bertanya, mengapa orang sebaik dirinya begitu cepat dipanggil oleh Nya....
Moment persahabatan dengannya tidak pernah luntur hingga kini, dan aku merasa sangat2 kehilangan dirinya, bahkan ketika ada di pusaranya pun, aku tetap melakukan rutinitas yang sama....menangis..... walopun dia sudah pergi lebih dari 3 tahun, tetapi persahabatan dengannya abadi...
Pernah dengar juga quote dr seorang teman yg menyebutkan, "kalo mantan istri/suami kan ada ya, tapi kan mantan teman nggak ada yaa...", saat itu sangat setuju dengan salah satu temanku ini...
Tetapi dengan beberapa hal kejadian yang akhirnya tidak dapat kutolerir lagi, yang aku alami dengan salah satu sahabatku ini, akhirnya dengan sangat menyesal, aku harus mengakhiri persahabatan ini, karena aku sudah tidak bs menerima semua hal2 yang dia lakukan padaku tanpa mempertimbangkan perasaanku...
Mungkin terkesan tidak fair karena aku tidak menyampaikan kepada sahabatku ini, tetapi aku langsung menutup hubungan ini sepihak, bukan karena apa2 tapi jujur saja, aku malas berbicara lagi dengan orang ini, pk kata2 halus yg maknanya tersirat sudah, sampai pakai kata2 yg tedeng aling2 yg menurutku harusnya dia mengerti bahwa aku kecewa dan tidak mau diperlakukan seenaknya, tetapi tetap nggak kena...bebal sepertinya...
So, aku minta maaf apabila sejak hari senin lalu, aku sudah menghilang dan tidak ingin diganggu lagi, semoga kamu yang disana baik2, dan ingatlah selalu apa yang kamu miliki saat ini adalah cermin perbuatan kamu selama hidup, maaf tidak bermaksud mengajari...syukur2 kamu bs koreksi diri...