Monday, January 19, 2009

pengen curhaaattt

Lagi pengen curhat aja pagi2, (mestinya kerja bukan curhat Win...), tp daripada dipendem2 bikin kesel, pengen maraahhhh, terkesan berlebihan mgkn krn efek PMS kali yeee...huhuhuhu

Udah sejak yg diceritain disini, Alhamdulillah akhirnya kami berhasil mendapatkan rumah impian kami, walopun dengan darah dan airmata...ceileee, hihi, tp ya emang perjalanan dan proses untuk memiliki rumah ini sangat2 penuh kenangan...di tengah krisis global yg melanda, suku bunga bank yg Masya Allah deh, pokoknya bener2 penuh perjuangan...tp semakin terasa indah, semoga rumah ini membawa berkah untuk kami.

Tapi ternyata perjuangan belum selesai, awalnya setelah akad kredit dilakukan di akhir Nov, kami sudah berharap kalo rumah ini akan bisa kami tempati akhir Dec, krn memang kami punya mimpi lain thd rumah ini, ada bbrp ruangan yg ingin kami tambahkan mumpung belum pindah, sehingga ketika pengerjaan berlangsung tidak mengganggu kami, krn kami masih tinggal di rumah kontrakan yang sekarang. Mulailah check point thd rumah ini dilakukan, karena itu aturan yg dijalankan setelah serah terima. Check point berlangsung dan menghasilkan bbrp point yg hrs diperbaiki oleh kontraktor dr developer, kami pikir minor saja, tetapi tyt developer bilang kami detail sekali, sehingga tidak ada retak rambut dinding rumah tersebut yg terlewatkan...yup kami memang cerewet sekali ttg kondisi keseluruhan dr yg paling kecil sampai paling besar, krn kami ingat perjuangan untuk membeli rumah ini, dan harga yg harus kami bayar bukan jumlah kecil bagi kami...dan kontraktor tsb setuju memperbaiki semua detail yg kami inginkan, sampai dengan waktu target serah terima..

Tetapi, ini salah satu ujian kami lg, kontraktor ini kerjaannya gak bagus, dan lambat menurut kami, krn setelah 2 minggu dr waktu yg dijanjikan, ketika kami datang lagi, kondisinya msh belum memuaskan, bahkan ada lg bbrp tambahan point yg hrs mereka selesaikan...

Itulah kontraktor perumahan, sesungguhnya spec dan material rumah ini tinggi dan memuaskan, tetapi karena kejar tayang, kontraktornya tidak detail mengerjakan, sehingga terkesan apa adanya, dan akibatnya banyak retak rambut yg harus mereka perbaiki semaksimal mungkin, dilalahnya lg mereka dapat customer yg cerewet seperti saya, hahaha, walhasil mereka harus sabar mendengarkan komplain saya dan menghadapi urutan list point yg harus mereka kerjakan ulang, karena saya menolak serah terima dengan kondisi seperti itu...

Akhirnya target serah terima berlalu, dan walhasil serah terima baru bs dilakukan pd tgl 3 January lalu, yg notabene melanggar batas waktu yg telah disepakati bersama dalam Akte Jual Beli, dan disitu tercantum jelas pasalnya, "apabila pihak developer terlambat menyerahkan tanah dan bangunan dengan kondisi yang disetujui, makan pihak etrsebut akan dikenakan denda sebesar 2 per mill atau maks 5% dari harga total tanah dan bangunan dihitung setiap hari keterlambatan".

Awalnya kami tidak concern dengan pasal tsb, tetapi karena pengerjaan yg lambat dan susahnya dihubungi kontraktor tsb setiap kami check point, mau marahhh, akhirnya kami gunakan pasal tersebut untuk somasi pihak developer, karena pasal tersebut kekuatan hukumnya jelas dan marketing developer yg melayani kami pun mendukung keputusan kami untuk mengajukan somasi. Lalu kami buatlah somasi dengan disertakan bukti2 yang kami tuangkan dalam surat somasi tersebut, dan apabila dihitung denda yg harus dibayarkan kepada kami, jumlahnya patut untuk diperjuangkan karena akibat dr itu kami telat untuk menambah bangunan yg kami inginkan, karena harus serah terima dahulu baru dapat melakukan sesuatu atas rumah itu.

Somasi sudah dilayangkan, 2 minggu setelahnya kami dapat jawaban, pihak developer menolak somasi kami, tetapi atas dasar konsultasi yg kami lakukan dengan bberapa pihak terkait dan jg pengacara yg kebetulan Pakde kami, kami akan melanjutkan somasi tersebut, karena kembali lagi ke hakikatnya, AJB tersebut memiliki kekuatan hukum yang pasti, dan jujur aja, saya gemas sekali terhadap kontraktor yg mengerjakan rumah saya, komplain sudah saya ajukan ke pihak developer untuk tidak memakai kontraktor tsb lagi di proyek2nya, semoga perjuangan kami membawa hasil yg memuaskan...aminnn

Teman2, kami butuh dukungannya, terus terang menghadapi semua ini membuat kami sedih, ketegaran memang dibutuhkan disini, terutama bernegosiasi dengan pihak2 yg terkadang sikapnya tidak sesuai dengan kami, bikin gemesssss dan kesellll, hmmmm (tarik nafas panjang dan dalam)...ujian memang membuat seseorang tumbuh dengan lebih dewasa dan lebih tegar...that's life yaaa...semoga Allah tetap memberikan hidayahnya untuk kami, aminnn....

Wednesday, January 14, 2009

16 Mos...




Ga terasa tyt Bunda ngelewatin jurnal Devan di 15 mos, maaf ya Nak, kelupaan, hehehe..
Neh skr Bunda upload foto2 terbaru Devan aja deh gabungan di 15 & 16 mos, duh ga berasa makin hari kamu makin besar, Alhamdulillah, walopun br 2 minggu lalu kena batpil, dibiarin aja sembuh sendiri, dan jg udah seminggu ini kamu mogok makan, sempet demam sumeng2 aja dan reweeellll bangettt, hiks, Bunda bingung ada apa denganmu...
Ternyata oh ternyata...2 gigi geraham atas mu sedang tumbuh...owalahhhh, pantesan aja kamu males makan plus rewel banget, ga enak rasanya ya Nak...Bunda sampe bingung sndiri krn selama ini Devan gak pernah susah mkn, didepan mulutnya apa aja yg disodorin, pasti dilahap, hehehe...
Bersyukur sekali di usia 16 mos ini, Devan tetep sehat, pertumbuhan gigi jg lanjut walopun menyiksa ya Nak, dan ngocehnya yg makin sering dengan bahasa planetnya itu...tp tetep nyebut Bunda msh belum bs...hihi
Ocehan2 simple dr mulutmu terutama ketika angkat gagang telepon terdengar ramai sekali seolah kamu sedang berbicara dgn org lain di seberang telepon...heheh, oke ya, oke ya, itu kata2 yg paling sering kamu ucapkan lately...
Lg bingung neh krn kamu belum dpt MMR, akibat kecerobohan Bunda neh yg sibuk terus tiap wiken ngurusin rumah...tp tenang Nak, sabtu ini kita MMR ya di Markas sehat...hehe
Ini beberapa foto2 yg diambil ketika di rumah dan di rumah sodara di ciawi pas tahun baru...

Thursday, January 8, 2009

Goodbye 2008...welcome 2009

Hmmm..udah lama ga nulis lagi di blog neh, hehehe, kangen juga..so sekarang lg pengen mengenang aja semua kejadian indah dan yang punya hikmah tersendiri di tahun 2008 yang lalu...

Di awal tahun 2008, perjuanganku sebagai seorang ibu dimulai, karena komitmen memberikan yang terbaik untuk Devan, aku bertekad memberikan ASI walaupun aku bekerja, so awal tahun lalau bertepatan dengan masa cuti melahirkan selesai, tune in kembali dengan pekerjaan kantor dan punya rutinitas baru yaitu memompa ASI, aku jarang perah pakai tangan, lebih cepat pakai pompa, so apapun caranya, yg penting aku bs memberikan ASI untuk Devan, hehe...

Dari rutinitas baru itu, ada kenangan yg tak terlupakan yaitu ketika di usia Devan 4 bulan, aku harus dinas ke Batam selama 5 hari, sedih bgt harus ninggalin baby ku dan terutama khawatir takut persediaan ASIP tidak cukup, tp Alhamdulillah semau berjalan lancar, ASIP di rumah cukup, bahkan ketika pulang dr Batam, aku jg membawa ASIP yg lumayan banyak, hehe, sampe repot ngatur tempat penyimpanan nya karena takut cair sblm aku sampai di rumah, tp seru banget dan aku menikmati semua prosesnya. Dan ketika usia Devan 7 bulan, aku pergi liburan bersama teman2 ktrku ke Batam dan SG, heheh, rutinitas pompa jalan terusss, bersyukur ada teman sperjuangan (Mba Q...inget gak...hihi), dan Alhamdulillah semau berjalan lancar jg walaupun ASIP milik Mba Q sempet ada yg pecah plastiknya, hiksss, tp tetep semangat...aku bersyukur dikasih suami yg pengertian, ga masalah aku berangkat liburan tanpa dia dan Devan, hehe, yg penting tanggung jawab sbg Ibu jalan terus...

Tiba usia 6 bulan, Devan lulus ASIX, dan ini tantangan baru lg sbg Ibu krn Devan sudah mulai makan, dan aku akui proses yg ini lebih menantang ketimbang memberi ASIX, hehe, krn aku harus update menu makanan Devan setiap minggu dan yg paling sedih karena aku tdk bs menikmati setiap hari selama Devan makan, karena pengasuhnya yg melakukan itu, tp moment2 indah dan berharga dr Devan untungnya selalu tak pernah terlewatkan, MPASI pertama, saat pindah step mkn dr bubur susu ke tim halus, kemudian step naik ke tim kasar, nasi lembek, dan akhirnya usia 10 bulan Devan sdh mkn nasi dengan menu lauk pauk keluarga (tentunya tanpa garam dan penambah rasa), jd ikutan sehat juga ayah bundanya kan...

Satu kejadian sedih adalah ketika nenek tercintaku meninggal dunia karena sakit dan serangan stroke yg sudah 2x menyerangnya, tetapi aku ikhlas karena Allah tahu yg terbaik untuk umatNya dan saat nenek sudah tiba, semoga Beliau tenang disisiNya, amin...

Satu lagi kejadian sedih menimpa, ketika Devan berusia 9 bulan, dia menolak menyusu langsung, wah aku panik luar biasa, karena plan ku menyusuinya sampai 2 tahun terancam gagal, segala cara aku tempuh untuk kembli menyusuinya, sedih rasanya ditolak sperti itu, aku sampai bawa devan ke klinik laktasi di Carolus, dan sementara dia tidak mau menyusu langsung, aku tetap memompa agar Devan cm mendapatkan ASI, ditengah2 berjalannya proses itu, aku mulai pesimis dan sedih, mgkn krn itu produksi ASI ku menurun drastis, dan krn pekerjaan yg loadnya sedang banyak, waktu mompa pun jd berantakan, akhirnya di usia Devan 11 bulan, aku memberikan ASI campur sufor untuknya, sedih, kecewa, merasa gagal, menyalahkan diri sendiri krn gak disiplin pakai sendok untuk ngasih ASIP nya campur aduk jadi satu, dan ASI ku bener2 menurun drastis, smp2 aku sendiri heran knp aku tdk bs melakukan yg dilakukan seperti Moms yg lain, tetap memerah walopun anaknya tdk menyusu langsung, tapi ya itu kenyataan yg aku hadapi, aku belajar dr itu, dan aku bertekad untuk memberikan mknan yg penuh nutrisi untuk Devan, krn memang aku tdk pernah sekalipun memberikan mknan instan untuknya selain biskuit. Tiba di usia Devan 1 tahun, aku ganti dengan UHT full, Alhamdulillah Devn mau, so say goodbye to sufor, dan yg menenangkanku krn adanya pernyataan susu bukanlah makanan utama untuk anak diatas 1 tahun, itu memberikan aku semangat bahwa Devan harus makan yg baik, Alhamdulillah sampai hari ini tidak ada masalah, BB Devan tetap stabil, kepandaian dan keterampilannya pun bertambah terus seiring usianya, Alhamdulillah...

Prestasiku di karier tidak sebaik tahun2 sebelumnya, bisa dibilang aku stuck di posisiku sekarang, hampir saja kesempatan promosi kudapatkan, tetapi krn keadaan perusahaan yg tdk mengizinkan, aku stay di posisi yg sekarang, tetapi tidak apa, aku tetap bersyukur krn aku msh punya pekerjaan di zaman krisis global di akhir tahun lalu yg melanda. Satu award yang aku dapatkan adalah menjadi Inspirational Female 2008 untuk tingkat South East Asia Procurement, terharu juga krn gak pernah menyangka, bos2ku disana itu memperhatikan sampai segitu detailnya...hihihi....

Satu benda yg kusayangi harus aku lepaskan di thn 2008, padahal itu hasil kerjaku selama 3 tahun, hehe, tp nggak apa, karena wujudnya berganti rumah yang memang sudah menjadi impian aku dan suami semenjak kami menikah di th 2006, aku senang aku bs ambil bagian di pembelian rumah kami, dan saat ini kami sedang semangat2nya mengatur semua yg berhubungan dengan rumah baru, hehehe...

Semoga apa yg sudah kami lalui di tahun 2008 menjadi landasan semangat di thn 2009 ini, kalo ditanya resolusiku apa di tahun ini, jujur aja, aku gak tau...., Let it Flow...yup itu yg aku ingin jalankan saat ini, tetapi tentunya dengan doa, usaha, dan motivasi yg harus lebih baik drpd tahun kemarin, kl mau ditanya dan dijelaskan satu2 mimpiku masih banyak, tp aku nggak ingin menjadikannya resolusi, aku pakai saja sebagai cita2 yg harusnya bs aku wujudkan secara perlahan tapi pasti, Insya Allah...aminnn...