Monday, January 19, 2009

material bangunan...

Halah, posting gak penting kali yeee, hihihi, cuma pengen share aja, secara sekarang ini lg jd mandor, tp ternyata menarik jg beli material bangunan plus hunting asesoris rumah ky keramik, atap, batu alam, cat dinding...apalagi kl uang banyak tersedia, waahhh tambah seruuuu...hehehe

Secara ini pengalaman pertama kalinya beli2 material buat rumah sendiri, selama ini kan belinya cm buat urusan pekerjaan, tp kerjaan saya sebagai Procurement tyt sangat berpengaruh dan bs diaplikasikan untuk kebutuhan saya sendiri juga...hehehe, jadi tahu banyak harga2 bahan2 material, jd vendor ga bs bohongin kl kasih penawaran harga, selama ini kan kalo untuk kebutuhan renovasi berkaitan dengan kantor dibantu sm QS (Quantity Surveyor) untuk pengecekan spec dan harga, kl sekarang saya makin PD untuk negosiasi sendiri deehhhh....hehehe, tp tetep masih harus banyak belajar dan cari tahu...

So, buat yg lagi cari info harga bahan material untuk bangun rumahnya, neh saya kasih referensi berdasarkan hasil survey dan pembelian...hehehe...tp harga ini tidak notabene berlaku selamanya dan di tiap toko material sama ya, apalagi kl semen itu fluktuatif banget...dan saya sertakan hanya bbrp merk semen yg sesuai sm keinginan saya...tp harga2 ini lumayan mirip2 kok kalopun berbeda, tidak terlalu signifikan seharusnya...dan sekali lagi ini material2 dasar saja untuk bangun rumah, belum lengkap karena cuma ini saja yg saya pakai untuk melengkapi rumah saya....hehhe

pengen curhaaattt

Lagi pengen curhat aja pagi2, (mestinya kerja bukan curhat Win...), tp daripada dipendem2 bikin kesel, pengen maraahhhh, terkesan berlebihan mgkn krn efek PMS kali yeee...huhuhuhu

Udah sejak yg diceritain disini, Alhamdulillah akhirnya kami berhasil mendapatkan rumah impian kami, walopun dengan darah dan airmata...ceileee, hihi, tp ya emang perjalanan dan proses untuk memiliki rumah ini sangat2 penuh kenangan...di tengah krisis global yg melanda, suku bunga bank yg Masya Allah deh, pokoknya bener2 penuh perjuangan...tp semakin terasa indah, semoga rumah ini membawa berkah untuk kami.

Tapi ternyata perjuangan belum selesai, awalnya setelah akad kredit dilakukan di akhir Nov, kami sudah berharap kalo rumah ini akan bisa kami tempati akhir Dec, krn memang kami punya mimpi lain thd rumah ini, ada bbrp ruangan yg ingin kami tambahkan mumpung belum pindah, sehingga ketika pengerjaan berlangsung tidak mengganggu kami, krn kami masih tinggal di rumah kontrakan yang sekarang. Mulailah check point thd rumah ini dilakukan, karena itu aturan yg dijalankan setelah serah terima. Check point berlangsung dan menghasilkan bbrp point yg hrs diperbaiki oleh kontraktor dr developer, kami pikir minor saja, tetapi tyt developer bilang kami detail sekali, sehingga tidak ada retak rambut dinding rumah tersebut yg terlewatkan...yup kami memang cerewet sekali ttg kondisi keseluruhan dr yg paling kecil sampai paling besar, krn kami ingat perjuangan untuk membeli rumah ini, dan harga yg harus kami bayar bukan jumlah kecil bagi kami...dan kontraktor tsb setuju memperbaiki semua detail yg kami inginkan, sampai dengan waktu target serah terima..

Tetapi, ini salah satu ujian kami lg, kontraktor ini kerjaannya gak bagus, dan lambat menurut kami, krn setelah 2 minggu dr waktu yg dijanjikan, ketika kami datang lagi, kondisinya msh belum memuaskan, bahkan ada lg bbrp tambahan point yg hrs mereka selesaikan...

Itulah kontraktor perumahan, sesungguhnya spec dan material rumah ini tinggi dan memuaskan, tetapi karena kejar tayang, kontraktornya tidak detail mengerjakan, sehingga terkesan apa adanya, dan akibatnya banyak retak rambut yg harus mereka perbaiki semaksimal mungkin, dilalahnya lg mereka dapat customer yg cerewet seperti saya, hahaha, walhasil mereka harus sabar mendengarkan komplain saya dan menghadapi urutan list point yg harus mereka kerjakan ulang, karena saya menolak serah terima dengan kondisi seperti itu...

Akhirnya target serah terima berlalu, dan walhasil serah terima baru bs dilakukan pd tgl 3 January lalu, yg notabene melanggar batas waktu yg telah disepakati bersama dalam Akte Jual Beli, dan disitu tercantum jelas pasalnya, "apabila pihak developer terlambat menyerahkan tanah dan bangunan dengan kondisi yang disetujui, makan pihak etrsebut akan dikenakan denda sebesar 2 per mill atau maks 5% dari harga total tanah dan bangunan dihitung setiap hari keterlambatan".

Awalnya kami tidak concern dengan pasal tsb, tetapi karena pengerjaan yg lambat dan susahnya dihubungi kontraktor tsb setiap kami check point, mau marahhh, akhirnya kami gunakan pasal tersebut untuk somasi pihak developer, karena pasal tersebut kekuatan hukumnya jelas dan marketing developer yg melayani kami pun mendukung keputusan kami untuk mengajukan somasi. Lalu kami buatlah somasi dengan disertakan bukti2 yang kami tuangkan dalam surat somasi tersebut, dan apabila dihitung denda yg harus dibayarkan kepada kami, jumlahnya patut untuk diperjuangkan karena akibat dr itu kami telat untuk menambah bangunan yg kami inginkan, karena harus serah terima dahulu baru dapat melakukan sesuatu atas rumah itu.

Somasi sudah dilayangkan, 2 minggu setelahnya kami dapat jawaban, pihak developer menolak somasi kami, tetapi atas dasar konsultasi yg kami lakukan dengan bberapa pihak terkait dan jg pengacara yg kebetulan Pakde kami, kami akan melanjutkan somasi tersebut, karena kembali lagi ke hakikatnya, AJB tersebut memiliki kekuatan hukum yang pasti, dan jujur aja, saya gemas sekali terhadap kontraktor yg mengerjakan rumah saya, komplain sudah saya ajukan ke pihak developer untuk tidak memakai kontraktor tsb lagi di proyek2nya, semoga perjuangan kami membawa hasil yg memuaskan...aminnn

Teman2, kami butuh dukungannya, terus terang menghadapi semua ini membuat kami sedih, ketegaran memang dibutuhkan disini, terutama bernegosiasi dengan pihak2 yg terkadang sikapnya tidak sesuai dengan kami, bikin gemesssss dan kesellll, hmmmm (tarik nafas panjang dan dalam)...ujian memang membuat seseorang tumbuh dengan lebih dewasa dan lebih tegar...that's life yaaa...semoga Allah tetap memberikan hidayahnya untuk kami, aminnn....

Wednesday, January 14, 2009

16 Mos...




Ga terasa tyt Bunda ngelewatin jurnal Devan di 15 mos, maaf ya Nak, kelupaan, hehehe..
Neh skr Bunda upload foto2 terbaru Devan aja deh gabungan di 15 & 16 mos, duh ga berasa makin hari kamu makin besar, Alhamdulillah, walopun br 2 minggu lalu kena batpil, dibiarin aja sembuh sendiri, dan jg udah seminggu ini kamu mogok makan, sempet demam sumeng2 aja dan reweeellll bangettt, hiks, Bunda bingung ada apa denganmu...
Ternyata oh ternyata...2 gigi geraham atas mu sedang tumbuh...owalahhhh, pantesan aja kamu males makan plus rewel banget, ga enak rasanya ya Nak...Bunda sampe bingung sndiri krn selama ini Devan gak pernah susah mkn, didepan mulutnya apa aja yg disodorin, pasti dilahap, hehehe...
Bersyukur sekali di usia 16 mos ini, Devan tetep sehat, pertumbuhan gigi jg lanjut walopun menyiksa ya Nak, dan ngocehnya yg makin sering dengan bahasa planetnya itu...tp tetep nyebut Bunda msh belum bs...hihi
Ocehan2 simple dr mulutmu terutama ketika angkat gagang telepon terdengar ramai sekali seolah kamu sedang berbicara dgn org lain di seberang telepon...heheh, oke ya, oke ya, itu kata2 yg paling sering kamu ucapkan lately...
Lg bingung neh krn kamu belum dpt MMR, akibat kecerobohan Bunda neh yg sibuk terus tiap wiken ngurusin rumah...tp tenang Nak, sabtu ini kita MMR ya di Markas sehat...hehe
Ini beberapa foto2 yg diambil ketika di rumah dan di rumah sodara di ciawi pas tahun baru...