Udah 2 hari ini Bunda flu berat, tapi tetap harus masuk kantor, karena kesibukan di akhir tahun bukannya berkurang malah bertambah kalo di divisi Bunda 
Semalam, sampe2 Ayah Tyo mesti nunggu hampir 1 jam walaupun dah sampe kantor Bunda untuk jemput, karena ketika dah di akhir2 mau pulang, si Boss dengan senang hati masih kasih kerjaan, yang dateline nya di akhir Dec, padahal hari kerja di Dec ini hanya tinggal 7 hari lagi, OMG 
Sampai di rumah nanti, udah niatan mau langsung tidur aja, karena badan meriang gak jelas, mata berair terus, dan kepala juga pusing 
Sesampainya di rumah, disambut Devan dengan celotehannya, dan ternyata dia sedang belajar, karena meja kecilnya masih terpasang dan juga kertas ukuran besar penuh dengan coretan tangannya, dan tiba2 dia mengambil kertas itu dan nyamperin Bundanya sambil meluk dan berkata: "Bunda, Devan udah bisa nulis huruf lho, liat nehhh" sambil menyodorkan kertas gambar yg isinya huruf2 yang dia tulis

Speechles, cuma mengalir aja airmata ini tiba2, dan kemudian suasana haru itupun terjadi. Devan siy tetap ceria aja sambil keliling rumah dengan otopednya sambil bawa2 kertas gambar berisi tulisan tangannya...

Anakku yang membanggakan, tak percaya campur rasa haru, bangga, merasa tidak sia-sia, sekaligus sedih, karena sebagian kebisaannya itu diajarkan bukan oleh Bundanya.
Dengan waktu yang terbatas, Bundanya hanya bisa mengajarkan sebagian saja dikala waktu itu ada, dan sebagian lagi diteruskan pengasuhnya dengan telaten 
Terima kasih ya Allah, karena Engkau memberikan anak yang demikian pengertian, walaupun aku Bundanya tidak selalu ada untuknya, tetapi doa dan kasih ini akan selalu ada untuknya, tanpa syarat...

Selamat hari Ibu untuk seluruh Bunda, Ibu, Mama, Umi, Mimi, semoga Allah selalu memberikan berkah, kesehatan dan kemampuan kepada kita para Ibu untuk selalu memberikan yang terbaik, dan menjadi ibu yang hebat bagi anak-anak kita...amiinn 
Yup, ini benar2 hal yang baru yang akan Bunda geluti, karena memang belum pernah mencobanya sama sekali, bahkan pernah terpatri dalam diri, aku bukanlah seorang pengajar yang baik, karena nggak sabaran, dan bahkan terkadang demanding dan suka mengharapkan orang lain harusnya cepat tanggap dan bisa dalam jangka waktu yang cepat
Jadi di perusahaan tempat Bunda kerja, saat ini sedang ada program serentak yang dilakukan di seluruh DHL di dunia, pelatihan menjadi seorang DHL spesialis. Intinya seluruh DHL people di refresh kembali knowledge nya, semua hal tentang DHL. Dan untuk pelatihan ini, dipilihlah fasilitator yang dicalonkan dari tiap2 negara untuk melatih seluruh staf yang ada di negara tersebut.Awalnya Bunda tidak terpilih untuk menjadi fasilitator, ya iyalah ga ada pengalaman gitu jadi seorang fasilitator atau trainer, belum pernah sekalipun seumur hidup dalam hal yang formal seperti itu kecuali jd trainer Devan di rumah
Ternyataaa, setelah dilatih bbrp orang trainer yang terpilih, masih ada kekurangan jumlah trainernya, Alhamdulillah terpilihlah di bagian yang kedua ini. Konsekuensinya memang jadi double job, karena pekerjaan sekarang tetap jalan, dan selama periode Jan - Maret 2011 akan menjadi fasilitator di sesi yang sudah di jadwalkan, dannn kebanyakan jadwal yang Bunda dapat adalah di waktu wiken, wkwkwkwkw...
Sempat hilang kesempatannya, karena ketika di informasikan bahwa training for trainer nya diadakan bertepatan dengan jadwal Bunda ke Bali kemarin, benar2 pilihan yang berat. Dan akhirnya memutuskan untuk tetap pergi ke Bali walopuns empat sedih karena tidak bisa mendapatkan keduanya
Tetapi ternyata, dapat info dari kawan, training tersebut diundur 2 hari di 14-15 Dec kmrn, dan 3 hari akan dilakukan di awal Jan, waaa senang bangettt
Pergi ke Bali langsung semangat dehhh...Nah, sampai sekarang Bunda masih belum tahu apakah Bunda mampu menjadi fasilitator atau trainer, karena itu bukanlah hal yang mudah buat Bunda.Selain harus amat sangat menguasai materi, berbicara di depan audience tidaklah mudah bagi yang tidak berpengalaman. Ditambah lagi, untuk menjadi trainer yang sukses dibutuhkan banyak trik yang akan berakhir pada end result, dimana peserta training pada akhirnya akan menangkap message yang disampaikan dan juga tujuan training tersebut tercapai
Bismillah, semoga dapat memanfaatkan kesempatan yang diberikan ini untuk kemajuan karier Bunda, walaupun akan ada hal yang dikorbankan pastinya, waktu bersama keluarga di akhir pekan itu yang akan menjadi konsekuensi tertinggi saat nanti.Tetapi dukungan ayah dan Devan sangat berarti, semoga aku dapat melewati semuanya dengan baik, amiinnn...
Sejak awal Nov, dibagi jadwal untuk suplai makanan sehat di sekolahnya Devan, dan Bunda kebagian di tgl 3 Dec, hari ini...di dalam list itu, Bunda kebagian bawa blueberry bread + milk untuk 15 paket, 13 anak dan 2 guru...
Pas udah deket waktunya sempet cari-cari ide mau dibikin gimana neh rotinya, secara kalo dalemnya selai blueberry, matchingin dengan bahan makanan lainnya agak susah, beda kalo bikin sandwich bisa di padu padan dengan bahan makanan yang bervariasi dan juga bentuknya bisa dibuat bervariasi...
Akhirnya, daripada ribet, udah deh Bunda beliin roti tawar aja di isi selai blueberry dan di cetak jadi 4 bagian kecil2, 1 anak akan mendapatkan 4 potong kecil2 dan 1 susu UHT coklat, tadinya mau dibeliin yang plain aja, tapi gurunya minta pake yang coklat aja, haiyahhh, akhirnya beli yg kemasan kecil aja, anak2 gak boleh banyak manis2, hihihi...kan memang mereka sudah manis...

Nahhh, diliatnya siy ahh gampang, bisa cepetlah bikinnya, bisa 1 jam di pagi hari selesai. Jadilah tadi malam, Bunda sempet senam dulu, karena udah 1 bulan absen, terus pulang sampe rumah jam 8an, mandi dan makan, habis itu langsung minta Erna siapin alat tempur, karena mau coba dulu bikin 1 paket

Ternyata oh ternyataaaa, cetak rotinya siy gampang sodara2, nge punch nori jd anggota wajah jg gampang, nempelinnya yang susah, huaaaaa, karena roti kan gak lengket ky nasi, sekali tempel bs langsung nempel tuh si nori kalo di nasi. Jadilah tuh nori pake food pick di lem pake selai blueberry, hahahahaha...selama pembuatan tangan harus higienis, dan memang cuma Bunda aja yang bikin, hohohoho, yang tadinya mau dibikin besok paginya, langsung tancap gas harus selesai malam itu juga, makjannnn...

Mulai dari jam 9 dan baru selesai jam 11.30 malam hari, whoaammmm...pegeellll banget terutama punggung dan tangan neh yang keriting...hiyyy langsung mengurungkan niat buka ketring bento, hahahaha....
Seru siyy, tapi kalo kebanyakan, lama2 enek juga, hahahaha, dan masalahnya kreasi jd terbatas banget....*alesan, pdhl siy emang Bundanya aja yang gak kreatip, hihihi
Jadi bisa dibilang neh bento sepi deh, hihi, krn sempet mau di seladain di bawahnya, tapi jadinya gak bagus, ya udah deh polosan aja begitu...dah keburu gempor nempelin anggota wajah ke 60 potong roti 

Alhamdulillah, Devan seneng banget liat bentonya tadi pagi, dia bilang, "wah Bunda, temen2 Devan pasti seneng juga neh, kok gak bikin bentuk mobil aja Bund"
Hadeuhh Nak, Bunda belum punya cetakannya, nanti yaa beli dulu, mehonggg soalnya, si tomica set ituh, hihihihi...
Tadi pagi anter devan sekolah, ngedrop bentonya, Gurunya yang seneng, hahaha, karena anak2 belum hadir, dan Bunda gak sempat nunggu, pasti kesiangan sampe kantor...
Bu Guru : "ya ampun Bundaaa, ini sempet bikinnya sebelum ke kantor?"
Bunda : "Semalam Bu, karena gak akan keburu kalo bikin pagi, hihi"
Bu Guru bilang: "makasih banyak ya Bunda, anak2 pasti senang, saya masukkan ke artikel sekolah ya Bu, nanti saya kirim majalahnya, dan kalo Bunda ada waktu, boleh kirimkan cara bikin dan gambar peralatan bikinnya, ke email sekolah, untuk dimuat sekalian"
Bunda : speechless...dan terharu...
Devanku, selamat sekolah ya sayang, seneng2 di sekolah hari ini dengan bentonya bersama teman2....